<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744</id><updated>2011-07-28T18:01:40.407+07:00</updated><title type='text'>muLtiMed!a</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-1240939371701797134</id><published>2009-11-12T12:04:00.002+07:00</published><updated>2009-11-12T12:10:42.477+07:00</updated><title type='text'>saat aku bertanya siapa aku..?</title><content type='html'>siapa aku....&lt;br /&gt;mengapa aku ada di sini&lt;br /&gt;untuk apa aku disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa aku....&lt;br /&gt;dimana jalan Ilahi yang harus kulalui&lt;br /&gt;kenapa harus aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana ku harus mencari&lt;br /&gt;ke akuanku....????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-1240939371701797134?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/1240939371701797134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/11/saat-aku-bertanya-siapa-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/1240939371701797134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/1240939371701797134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/11/saat-aku-bertanya-siapa-aku.html' title='saat aku bertanya siapa aku..?'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-2992050313195679401</id><published>2009-11-09T09:22:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T09:24:05.626+07:00</updated><title type='text'>Benarkah pria lebih unggul dr wanita...?</title><content type='html'>Sebuah penelitian akademis di Inggris menunjukkan bahwa pria lebih cerdas dari wanita, menurut pengkajian baru yang dilakukan Universitas Manchester, Inggris, untuk dipublikasikan British Journal of Psychology Nopember mendatang mengatakan bahwa IQ pria rata-rata lima poin lebih tinggi dibanding wanita.&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan Paul Irwing, dosen senior Universitas Manchester, bersama rekan sejawatnya Richard Lynn, mantan profesor psikologi University of Ulster, yang sebelumnya pernah mempublikasikan karya ilmiah mengenai topik tersebut, mengemukakan kepada Times Higher Educational Supplement bahwa mereka telah menemukan bukti yang mendukung kesimpulannya.&lt;br /&gt;Kajian yang digelar masyarakat Psikologi Inggris tersebut melibatkan 80 ribu peserta yang diminta menjalani tes IQ dan 20 ribu pelajar untuk penelitian lebih lanjut.&lt;br /&gt;Irwing menyebutkan tak ada perbedaan IQ antara wanita dan pria sampai usia 14 tahun, namun diatas usia tersebut atau menginjak usia dewasa, IQ pria lebih tinggi lima poin ketimbang wanita, bukan sebuah perbedaan yang cukup besar namun cukup memiliki implikasi yang penting sekali.&lt;br /&gt;“Hal ini sangat bertentangan dengan latar belakang wanita yang secara dramatis mengalahkan pria dibidang pendidikan dan pencapaian prestasi kerja,” tambah Irwing yang mengaku memiliki perbedaan pandangan politik tentang hal ini dengan Richard.&lt;br /&gt;Pihak akademis menggunakan tes untuk mengukur kemampuan umum kognitif - kemampuan spatial dan verbal.&lt;br /&gt;Dalam penelitian tersebut mencatat kesenjangan antara pria dan wanita, misalnya dalam kelas tingkat pertama jumlah pria dengan skor IQ 125, lebih banyak dua kali ketimbang wanita.Dengan skor IQ 155 adalah skor genius yang lebih banyak didominasi pria 5,5 dibanding wanita&lt;br /&gt;Meskipun memiliki pandangan yang tak searah dengan Richard, Irwing menambahkan ia merasa wajib menempatkan “kebenaran ilmiah” di atas konflik politik pribadi, dan kemungkinan besar bahkan nama baik akademisnya. Karya ilmiah yang akan dipublikasikan pada 4 Nopember, tentu saja dapat memicu kontroversi di kalangan akademisi.&lt;br /&gt;Di masa lalu, Lynn telah mengemukakan bahwa kaum pria memiliki IQ yang lebih tinggi daripada kaum wanita, ras kulit putih lebih tinggi ketimbang kulit hitam dan Asia Timur lebih tinggi daripada orang Eropa.&lt;br /&gt;Meramalkan kemungkinan atas seluruh populasi, hasilnya mengindikasikan bahwa terdapat tiga pria untuk setiap wanita dengan IQ di atas 130, 5,5 pria untuk setiap wanita dengan IQ di atas 145.&lt;br /&gt;Pada 1999, Lynn berkesimpulan kaum pria rata-rata mempunyai IQ tiga hingga empat poin lebih tinggi daripada kaum wanita.&lt;br /&gt;Dominasi NobelDr Ir wing menyebutkan tingkat kecerdasaan tersebut didukung banyak bukti dengan sejumlah tokoh-tokoh pria yang sukses meraih banyak keberhasilan seperti grandmasters catur, mendali dibidang matematika, Nobel prize dan beberapa anugerah sejenis.&lt;br /&gt;Pengkajian itu juga menawarkan angin sejuk kepada kaum wanita yang disebutkan bahwa kaum wanita cenderung untuk bekerja lebih keras. Wanita dengan IQ yang sama dengan pria mencapai “hal yang lebih karena mereka lebih tekun dan sanggup menyesuaikan diri pada periode kerja keras yang terus menerus.&lt;br /&gt;Awal tahun ini, presiden Universitas Havard, Lawrence Summers, mencetuskan pernyataan yang kontroversial di sebuah seminar dengan mengatakan bahwa salah satu sebab pria mengungguli wanita di bidang matematika dan ilmu pengetahuan (science) adalah genetika.&lt;br /&gt;Beberapa peserta seminar meninggalkan konferensi usai pernyataan Summers, yang segera meminta maaf dan meralat dengan mengatakan bahwa kekurangan akademis wanita sebagian disebabkan oleh kewajiban wanita yang lebih mengutamakan anak-anak dan cenderung membatasi jam kerjanya…&lt;br /&gt;sumber : milis tetangga…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-2992050313195679401?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/2992050313195679401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/11/benarkah-pria-lebih-unggul-dr-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/2992050313195679401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/2992050313195679401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/11/benarkah-pria-lebih-unggul-dr-wanita.html' title='Benarkah pria lebih unggul dr wanita...?'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-910015666549386067</id><published>2009-11-07T15:41:00.000+07:00</published><updated>2009-11-07T15:43:24.324+07:00</updated><title type='text'>sZssZzzt j9n bilan9"</title><content type='html'>Kalau Pria mengirimkan SMS lebih dari sekali setiap hari walau hanya untuk mengucapkan  met Lunch tandanya Dia ada perhatian.    &lt;br /&gt;Karena:  Pria jarang melakukan hal itu hanya karena iseng atau gak ada kerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Pria meneleponmu tanpa sebab dan hanya bilang:"Cuma pengen denger suara kamu aja..."',tandanya dia suka tapi malu-malu untuk memulai.                                                   &lt;br /&gt;Karena: Pria sadar  bahwa dia lah yang harus membuat First Moved tapi takut keliatan banget kalo NAKSIR HABIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Pria diam setelah pertengakaran, tandanya dia lelah dan ingin pertengkaran ini berahir.  &lt;br /&gt;Karena: Pada prinsipnya, Pria tidak suka berlama-lama bertengkar mulut, kecuali dia Banci, cukup 3 kalimat awal pertengkaran kalian, dia sudah mengerti sebab kemarahan Kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Pria memegang tanganmu atau membelai rambutmu setelah pertengkaran, tandanya dia merasa bersalah telah membuatmu marah.                                                                   &lt;br /&gt;Karena: Pria yang benar-benar sayang sama kamu, gak akan tega liat kamu nangis, apalagi gara-gara dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Pria bersandar dibahumu dan minta dibelai rambutnya, tandanya kamu adalah satu-satunya wanita yang Dia cinta sebesar Dia cintanya kepada Ibunya.                                     &lt;br /&gt;Karena: Pria pantang terlihat lemah/manja apalagi dihadapan wanita.Kalau dia sampai melakukan itu padamu, tandanya dia merasa nyaman dan yakin "Pride"nya gak akan berkurang jika melakukan itu pada dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Pria mengatakan apa sih yang nggak untuk untuk kamu?" ada dua kemungkinan, dia benar-benar sama kamu atau dia PLAYBOY sejati.&lt;br /&gt;Karena Pria ingin sang wanita pujaan tahu, kalau Dia siap memberikan waktu hanya untuknya. Kalau tipe Playboy, biasanya dibelakang kata-kata itu dibarengi pujian gak jelas maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Pria menangis di hadapanmu, tandanya dia benar-benar sayang sama Kamu.             &lt;br /&gt;Karena: Kodrat Pria adalah pantang untuk menangis. Jika Ia menangis, hanya ada satu kata:"Dia cinta Kamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau Pria sering melanggar aturan yang kamu buat,tandanya Dia gak nyaman dikendalikan sama kamu.&lt;br /&gt;Karena:pria tahu yang benar dan salah. Mereka hanya butuh diarahkan, bukan dilarang. Semakin dilarang semakin dilanggarnya.&lt;br /&gt;Kalau Pria membisu, tandanya Dia benar-benar Marah         &lt;br /&gt;Karena: Pria selama masih "Ngoceh" tandanya masih "1/2 marah". Tapi kalau sudah diam, siap-siap aja akan kemungkinan terburuk.&lt;br /&gt;Inilah rahasia terdalam Pria yang DIBOCORKAN oleh Pria, Mudah-mudahan berguna bagi para wanita. Namun harap diingat! Ada beberapa Pria yang tak bisa ditebak isi hatinya dan sulit diungkap rahasianya. Untuk yang tipe ini rasanya dijauhi saja sebelum kamu JATUH CINTA padanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-910015666549386067?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/910015666549386067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/11/szsszzzt-j9n-bilan9.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/910015666549386067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/910015666549386067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/11/szsszzzt-j9n-bilan9.html' title='sZssZzzt j9n bilan9&quot;'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-6160338390135648945</id><published>2009-11-07T15:34:00.000+07:00</published><updated>2009-11-07T15:36:11.778+07:00</updated><title type='text'>tipZ Sina_U</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;color:#33ff33;"&gt;Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :&lt;br /&gt;1. Belajar KelompokBelajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.&lt;br /&gt;2. Rajin Membuat Catatan Intisari PelajaranBagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.&lt;br /&gt;3. Membuat Perencanaan Yang BaikUntuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.&lt;br /&gt;4. Disiplin Dalam BelajarApabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.&lt;br /&gt;5. Menjadi Aktif Bertanya dan DitanyaJika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu&lt;br /&gt;6. Belajar Dengan Serius dan TekunKetika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.&lt;br /&gt;7. Hindari Belajar BerlebihanJika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.&lt;br /&gt;8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan UjianHindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.&lt;br /&gt;Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin.&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://organisasi.org/tips-dan-trik-cara-belajar-yang-baik-untuk-ujian-ulangan-pelajaran-sekolah-bagi-siswa-sd-smp-sma-serta-mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-6160338390135648945?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/6160338390135648945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/11/tipz-sinau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/6160338390135648945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/6160338390135648945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/11/tipz-sinau.html' title='tipZ Sina_U'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-7939843199091587916</id><published>2009-10-31T10:47:00.001+07:00</published><updated>2009-10-31T11:02:45.364+07:00</updated><title type='text'>Microphone nirkabel</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/Suu2w73wOnI/AAAAAAAAAJg/rtKpdY00Yvc/s1600-h/nirkabel.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398609530155186802" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/Suu2w73wOnI/AAAAAAAAAJg/rtKpdY00Yvc/s400/nirkabel.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Wirelless microphone :Microphone nirkabel yakni microphone yang koneksinya tidak menggunakan kabel. Mentransmisikan sinyalnya menggunakan pemancar radio FM kecil yang terhubung kepada receivernya dalam satu sound system.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-7939843199091587916?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/7939843199091587916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/10/microphone-nirkabel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/7939843199091587916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/7939843199091587916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/10/microphone-nirkabel.html' title='Microphone nirkabel'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/Suu2w73wOnI/AAAAAAAAAJg/rtKpdY00Yvc/s72-c/nirkabel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-1440394599967083103</id><published>2009-10-10T19:57:00.001+07:00</published><updated>2009-10-10T20:08:53.138+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StCGYvMpPtI/AAAAAAAAAJA/DtDYHtE7xXI/s1600-h/mics.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 285px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StCGYvMpPtI/AAAAAAAAAJA/DtDYHtE7xXI/s400/mics.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390956513506967250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;unidirectional&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-1440394599967083103?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/1440394599967083103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/10/unidirectional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/1440394599967083103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/1440394599967083103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/10/unidirectional.html' title=''/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StCGYvMpPtI/AAAAAAAAAJA/DtDYHtE7xXI/s72-c/mics.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-1934507624776615322</id><published>2009-10-10T11:06:00.003+07:00</published><updated>2009-10-10T11:14:25.793+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAJXb8snbI/AAAAAAAAAIw/SVx827_920s/s1600-h/uni.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 279px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAJXb8snbI/AAAAAAAAAIw/SVx827_920s/s400/uni.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390819052206464434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;omnidirectional mics&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAIhXyZCJI/AAAAAAAAAIo/660PaCwzmuc/s1600-h/bi-.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 312px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAIhXyZCJI/AAAAAAAAAIo/660PaCwzmuc/s400/bi-.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390818123376560274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAIhXyZCJI/AAAAAAAAAIo/660PaCwzmuc/s1600-h/bi-.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;bi-directional mics&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-1934507624776615322?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/1934507624776615322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/10/omnidirectional-mics-bi-directional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/1934507624776615322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/1934507624776615322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/10/omnidirectional-mics-bi-directional.html' title=''/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAJXb8snbI/AAAAAAAAAIw/SVx827_920s/s72-c/uni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-6569188785245425457</id><published>2009-10-10T10:10:00.001+07:00</published><updated>2009-10-10T10:19:16.930+07:00</updated><title type='text'>tugas.......</title><content type='html'>&lt;h3 style="font-family: lucida grande;" class="post-title"&gt; &lt;a href="http://janiar14.blogspot.com/2009/10/perbedaan-omnidirectional-birectional.html"&gt;PERBEDAAN OMNIDIRECTIONAL, BIRECTIONAL, UNIDIRECTIONAL MICS .&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;div style="font-family: lucida grande;" class="post-body entry-content" id="post-5926681825625505667"&gt;&lt;style&gt;#fullpost {display:none;}&lt;/style&gt; &lt;h3 style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Omnidirectional"&gt;Omnidirectional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Omnidirectional (atau nondirectional) respons mikrofon umumnya dianggap bola sempurna dalam tiga dimensi.&lt;/span&gt; &lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt; Dalam dunia nyata, hal ini tidak terjadi.&lt;/span&gt;&lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;Seperti arah mikrofon, kutub pola untuk sebuah "Omnidirectional" mikrofon adalah fungsi dari frekuensi.&lt;/span&gt; &lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt; Tubuh mikrofon tidak tak terbatas dan kecil, sebagai akibatnya, ia cenderung mendapatkan dengan caranya sendiri terhadap suara yang datang dari belakang, menyebabkan sedikit merata dari respons kutub.&lt;/span&gt;&lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt; Merata ini meningkat sejalan dengan diameter mikrofon (dengan asumsi itu silinder) mencapai panjang gelombang frekuensi yang bersangkutan.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt; Oleh karena itu, diameter terkecil mikrofon akan memberikan yang terbaik karakteristik Omnidirectional pada frekuensi tinggi.&lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt; Panjang gelombang suara pada 10 kHz sedikit lebih dari satu inci (3,4 cm) sehingga pengukuran terkecil mikrofon sering 1 / 4 "(6 mm) diameter, yang secara praktis menghilangkan directionality bahkan sampai frekuensi tertinggi. Omnidirectional mikrofon, tidak seperti cardioids , jangan menggunakan rongga resonan sebagai keterlambatan, dan sehingga dapat dianggap sebagai "murni" mikrofon dalam hal warna rendah; mereka menambahkan sedikit sekali suara asli. Karena tekanan-sensitif mereka juga bisa sangat datar memiliki respons frekuensi rendah ke bawah sampai 20 Hz atau di bawah. Pressure-mikrofon sensitif juga menanggapi apalagi suara angin dari arah (kecepatan sensitif) mikrofon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2 style="font-weight: bold; color: rgb(204, 102, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Bidirectional Microphones&lt;/span&gt;  &lt;/h2&gt; &lt;p align="left"&gt; &lt;strong&gt;Mikrofon bidirectional.&lt;/strong&gt; Tipe ketiga mikrofon pola polaritas adalah dua arah (juga dikenal sebagai Gambar 8). Sebuah bidirectional mic akan mengambil suara dari kedua bagian depan dan belakang, tetapi bukan dari sepanjang jalan sekitar.  Mereka tidak mengambil suara dari sisi-sisi baik sama sekali.  Mics bidirectional sering digunakan untuk memainkan instrumen miking dua bagian secara bersamaan, misalnya bagian tanduk. Ketika seorang bidirectional mic ditempatkan di antara dua tanduk pemain dengan mic sisi tegak lurus terhadap para pemain, itu akan mengambil suara dari tanduk dan sangat sedikit lain. Bidirectional mics dibuat dalam tiga jenis mikrofon: dinamis, kondensor, dan pita.&lt;/p&gt;&lt;h3 style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Unidirectional"&gt;Unidirectional mics&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p&gt; &lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;Sebuah mikrofon searah sensitif terhadap suara dari satu arah.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;Diagram di atas menggambarkan beberapa pola-pola ini.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt; Mikrofon menghadap ke atas di masing-masing diagram.&lt;/span&gt; &lt;span onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;Intensitas suara frekuensi tertentu diplot untuk sudut-sudut radial 0-360 °.&lt;/span&gt; &lt;span style="" onmouseover="_tipon(this)" onmouseout="_tipoff()"&gt;&lt;span class="google-src-text" style="direction: ltr; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;(Professional diagram menunjukkan sisik ini dan menyertakan beberapa plot pada frekuensi yang berbeda. The diagram yang diberikan di sini hanya memberikan gambaran mengenai pola khas bentuk, dan nama-nama mereka.)&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-6569188785245425457?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/6569188785245425457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/10/tugas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/6569188785245425457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/6569188785245425457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2009/10/tugas.html' title='tugas.......'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-6222206500218381406</id><published>2008-07-26T14:37:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T14:39:24.973+07:00</updated><title type='text'>PEMANCAR TELEVISI VHF DAN UHF</title><content type='html'>&lt;span style="color:#ffffcc;"&gt;A. Kualitas Penerimaan Siaran Televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya signal penerimaan siaran televisi disuatu tempat dipengaruhi beberapa parameter dari stasiun pemancar yang meliputi antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Daya pancar&lt;br /&gt;2. Gain dan sistem antena pemancar&lt;br /&gt;3. Jarak lokasi pemancar dengan lokasi penerimaan&lt;br /&gt;4. Frequency saluran yang digunakan&lt;br /&gt;5. Gain dan antena sistem dari pesawat penerima&lt;br /&gt;6. Profile chart antara antena pemancar dengan antena pesawat penerima&lt;br /&gt;7. Ketinggian lokasi pemancar terhadap lokasi penerima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Daya Pancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya semua orang tahu bahwa besarnya daya pancar, akan mempengaruhi besarnya signal penerimaan siaran televisi disuatu tempat tertentu pada jarak tertentu dari stasiun pemancar televisi. Semakin tinggi daya pancar semakin besar level kuat medan penerimaan siaran televisi. Namun demikina besarnya penerimaan siaran televisi tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya daya pancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Gain Antena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya Gain antena dipengaruhi oleh jumlah dan susunan antena serta frequency yang digunakan. Antena pemancar UHF tidak mungkin digunakan untuk pemancar TV VHF dan sebaliknya, karena akan menimbulkan VSWR yang tinggi. Sedangkan antena penerima VHF dapat saja untuk menerima signal UHF dan sebaliknya, namun Gain antenanya akan sangat mengecil dari yang seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Path Loss (redaman Ruang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Path Loss dapat diartikan sebagai redaman propagasi, yaitu besarnya daya yang hilang dalam menempuh jarak tertentu. Besarnya redaman disamping ditentukan oleh kondisi alam seperti tidak adanya halangan antara pemancar dengan penerima dan kondisi altitude dari masing-masing lokasi maupun antara kedua lokasi, redaman sangat dipengaruhi oleh jarak antara pemancar dengan penerima dan frekwensi yang digunakan. Dengan tanpa memperhitungkan kondisi alam dan lokasi dimana pemancar dan penerima berada, besarnya Path Loss dapat dihitung dengan menggunakan rumus “Free Space Loss” sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A pl(db) = +32,5(db) +(20 log D (km))(db) + (20 log F (Mhz))(db) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kebutuhan Daya Pancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya daya pancar yang diperlukan untuk menjangkau sasaran pada jarak tertentu dipengaruhi antara lain oleh besarnya frekwensi, ketinggian antena pemancar dan antena penerima serta profile antara lokasi pemancar dengan lokasi penerima, serta besarnya level kuat medan yang diharapkan dapat diterima oleh pesawat penerima. Besarnya level kuat medan penerimaan siaran televisi untuk frekwensi band tertentu, CCIR/ ITU-R memberikan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai referensi, namun demikina di setiap negara dapat saja memiliki kebijaksanaan tersendiri tentang kualitas penerimaan siaran televisi yang dikaitkan dengan persyaratan kuat medan minimum. Sampai saat ini di Indonesia belum ada kebijaksanaan khusus mengenai persyaratan minimum kuat medan pancaran siaran televisi yang harus dipenuhi untuk suatu penerimaan siaran televisi yang dianggap baik. Sementara itu, untuk kebutuhan perencanaan pengembangan perluasan jangkauan digunakan rekomendasi CCIR/ ITU-R sebagai acuan. Dibawah ini sebagai contoh disampaikan daftar kuat medan minimum menurut rekomendasi CCIR dan daftar kuat medan minimum yang digunakan oleh negara Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CCIR417.JPG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TelecomAus.JPG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menganalisa perbedaan kebutuhan daya pancar antara pemancar VHF dengan UHF dapat dilakukan dengan menggunakan perhitungan propagasi gelombang pada “free space” ataupun menggunakan chart/ grafik propagasi yang disusun oleh CCIR serta dengan memegang variabel-variabel tertentu dalam kondisi yang sama. Pada kesempatan ini marilah kita lakukan perhitungan dengan menggunakan rumus propagasi gelombang pada “free space” dengan variabel-variabel yang dipegang tetap yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jarak pemancar dengan penerima = 20 Km&lt;br /&gt;2. Antara pemancar dan penerima tidak ada halangan/ obstacle dan ketinggian antena pemancar dan penerima tidak diperhitungkan&lt;br /&gt;3. Frekwensi VHF = 200Mhz dan UHF = 500Mhz&lt;br /&gt;4. Pfs = Field strength untuk VHF = 75dbuV/m = -30dBm/Z = 50Ohm&lt;br /&gt;5. Pfs = Field strength untuk UHF = 80dBuV/m = -27dBm/Z = 50Ohm &lt;br /&gt;6. Gant = Gain antena = 10dB&lt;br /&gt;7. Po = power output pemancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = Pfs(db) – Gant(db) + 32,5(db) + (20logD(km))(db) + (20logF(Mhz))(db)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan data sebagaimana tersebut diatas, dapat dihitung kebutuhan power output VHF yang dapat menjangkau sasaran sejauh 20Km adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = Pfs(db) – Gant(db) + 32,5(db) + (20logD(km))(db) + (20logF(Mhz))(db) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = -32bdm – 10db + 32,5db + 20log20 + 20log200 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = -32bdm – 10db + 32,5db + 26db + 46db &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = 62,5 dbm = 2,5dbk = 1,8KW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk pemancar UHF diperlukan power output sebesar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = Pfs(db) – Gant(db) + 32,5(db) + (20logD(km))(db) + (20logF(Mhz))(db) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = -27bdm – 10db + 32,5db + 20log20 + 20log500 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = -27bdm – 10db + 32,5db + 26db + 54db &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = 75,5 dbm = 15,5dbk = 35KW &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dilakukan perhitungan dengan menggunakan grafik rumus propagasi gelombang pada “free space” dengan variable-variable yang dipegang tetap yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jarak pemancar dengan penerima = 20Km&lt;br /&gt;2. Antara pemancar dan penerima tidak ada halangan/ obstacle&lt;br /&gt;3. Ketinggian antena pemancar = 150meter, dan ketinggian antene penerima penerima = 10meter&lt;br /&gt;4. Pfs = Field strength untuk VHF = 75dbuV/m = -32dBm/Z = 50Ohm&lt;br /&gt;5. Pfs = Field strength untuk UHF = 80dBuV/m = -27dBm/Z = 50Ohm &lt;br /&gt;6. Gant = Gain antena = 10dB&lt;br /&gt;7. Po = Power output pemancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan data sebagaimana tersebut diatas dan dengan menggunakan standard CCIR, besarnya daya pancar dapat dihitung sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perhitungan Daya Pancar Pemancar VHF,&lt;br /&gt;Dengan menggunakan grafik pada gambar 1, dapat dijelsakan bahwa dengan 1 Kw atau 0dbk ERP pada jarak 20Km dengan ketinggian antena pemancar 150 meter dapat diperoleh field strength sebesar 63dbuV/m. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa untuk mendapatkan field strength sebesar 75dbuV/m pada jarak 20Km diperlukan ERP sebesar 12dBk dan dengan menggunakan antena pemancar dengan Gain 10dB, power output pemancar VHF yang diperlukan sebesar 2dBk atau 1,58KW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perhitungan Daya Pancar Pemancar UHF,&lt;br /&gt;Dengan menggunakan grafik pada gambar 2, dapat dijelaskan bahwa dengan 1 KW atau 0dbk ERP pada jarak 20Km denagn ketinggian antena pemancar 150 meter dapat diperoleh Field Strength sebesar 61dbuV/m. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa untuk mendapatkan field strength sebesar 19dbk, dan dengan menggunakan antena pemancar dengan Gain 10dB, power output pemancar UHF yang diperlukan adalah sebesar 9dbk atau 8KW Dari uraian tersebut diatas dapat disampaikan bahwa untuk mendapatkan kualitas penerimaan gambar dan suara yang baik pada jarak yang sama diperlukan daya pancar yang lebih tinggi apabila menggunakan pemancar UHF dari pada apabila menggunakan pemancar VHF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Biaya Investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pemancar UHF untuk menjangkau daerah sasaran yang sama jauhnya, diperlukan biaya investasi yang jauh lebih besar daripada menggunakan pemancar VHF. Hal ini sangat wajar karena untuk menjangkau sasaran tertentu pemancar UHF memerlukan daya yang 3 s/d 5 kali lebih besar daripada daya pemancar VHF. G. Kualitas Kualitas hasil pencaran dari pemancar VHF dibandingkan dengan kualitas hasil pancaran dari pemancar UHF adalah sama asalkan keduanya memenuhi persyaratan dan spesifikasi yang telah ditentukan. Perbedaan yang mungkin terjadi tudak akan dapat dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga, tetapi hanya dapat diketahui dengan mengunakan alat ukur. Tidak adanya perbedaan kualitas penerimaan gambar dan suara dari pemancar televisi VHF dan UHF ini barangkali dapat ditanyakan kepada yang sempat melihat siaran televisi Singapore, Malaysia, Jepang ataupun Jerman, dimana perbedaan kualitas penerimaan siaran televisi VHF dan UHF tidak dapat di indentifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan peraturan internasional yang berkaitan dengan pengaturan penggunaan frekwensi (Radio Regulation) untuk penyiaran televisi pada pita frekwensi VHF dan UHF. Sesuai dengan sistem pertelevisian yang dianaut oleh indonesia yaitu CCIR B dan G maka penggunaan frekwensi tersebut telah diatur sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VHF band I : saluran 2 dan 3&lt;br /&gt;VHF band III : saluran 4 s/d 11&lt;br /&gt;VHF band IV : saluran 21 s/d 37&lt;br /&gt;VHF band V : saluran 38 s/d 70&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijaksanaan penggunaan pita frekwensi VHF untuk TVRI dan UHF untuk swasta pada saat itu dilakukan dengan beberapa pertimbangan yang menguntungkan negara sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jumlah saluran TV pada pita VHF yang jumlahnua hanya 10 saluran hampir seluruhnya telah digunakan untuk 200 stasiun pemancar terutama di pulau Jawa, maka pemancar TV swasta yang pertama dan berlokasi di Jakarata dialokasikan pada pita frekwensi UHF.&lt;br /&gt;2. Pemancar VHF lebih ekonomis dan tidak berbeda kualitasnya dengan pemancar TV UHF sangat cocok unruk stasiun penyiaran pemerintah yang terbatas dana pembangunannya.&lt;br /&gt;3. Kesinambungan pemeliharaan dan penggantian pemancar TVRI yang 70% adalah buatan LEN sangat didukung oleh hasil produksi LEN yang belum memproduksi pemancar UHF.&lt;br /&gt;4. TVRI terus memperluas jangkauannya sampai ke pelosok tanah air dimana saat itu masih banyak masyarakat di daerah yang belum mampu membeli pesawat TV berwarna dan pada saat itu pesawat hitam putih hanya dapat menerima saluran VHF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMANCAR TELEVISI VHF DAN UHF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kualitas Penerimaan Siaran Televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya signal penerimaan siaran televisi disuatu tempat dipengaruhi beberapa parameter dari stasiun pemancar yang meliputi antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Daya pancar&lt;br /&gt;2. Gain dan sistem antena pemancar&lt;br /&gt;3. Jarak lokasi pemancar dengan lokasi penerimaan&lt;br /&gt;4. Frequency saluran yang digunakan&lt;br /&gt;5. Gain dan antena sistem dari pesawat penerima&lt;br /&gt;6. Profile chart antara antena pemancar dengan antena pesawat penerima&lt;br /&gt;7. Ketinggian lokasi pemancar terhadap lokasi penerima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Daya Pancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya semua orang tahu bahwa besarnya daya pancar, akan mempengaruhi besarnya signal penerimaan siaran televisi disuatu tempat tertentu pada jarak tertentu dari stasiun pemancar televisi. Semakin tinggi daya pancar semakin besar level kuat medan penerimaan siaran televisi. Namun demikina besarnya penerimaan siaran televisi tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya daya pancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Gain Antena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya Gain antena dipengaruhi oleh jumlah dan susunan antena serta frequency yang digunakan. Antena pemancar UHF tidak mungkin digunakan untuk pemancar TV VHF dan sebaliknya, karena akan menimbulkan VSWR yang tinggi. Sedangkan antena penerima VHF dapat saja untuk menerima signal UHF dan sebaliknya, namun Gain antenanya akan sangat mengecil dari yang seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Path Loss (redaman Ruang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Path Loss dapat diartikan sebagai redaman propagasi, yaitu besarnya daya yang hilang dalam menempuh jarak tertentu. Besarnya redaman disamping ditentukan oleh kondisi alam seperti tidak adanya halangan antara pemancar dengan penerima dan kondisi altitude dari masing-masing lokasi maupun antara kedua lokasi, redaman sangat dipengaruhi oleh jarak antara pemancar dengan penerima dan frekwensi yang digunakan. Dengan tanpa memperhitungkan kondisi alam dan lokasi dimana pemancar dan penerima berada, besarnya Path Loss dapat dihitung dengan menggunakan rumus “Free Space Loss” sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A pl(db) = +32,5(db) +(20 log D (km))(db) + (20 log F (Mhz))(db) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kebutuhan Daya Pancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya daya pancar yang diperlukan untuk menjangkau sasaran pada jarak tertentu dipengaruhi antara lain oleh besarnya frekwensi, ketinggian antena pemancar dan antena penerima serta profile antara lokasi pemancar dengan lokasi penerima, serta besarnya level kuat medan yang diharapkan dapat diterima oleh pesawat penerima. Besarnya level kuat medan penerimaan siaran televisi untuk frekwensi band tertentu, CCIR/ ITU-R memberikan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai referensi, namun demikina di setiap negara dapat saja memiliki kebijaksanaan tersendiri tentang kualitas penerimaan siaran televisi yang dikaitkan dengan persyaratan kuat medan minimum. Sampai saat ini di Indonesia belum ada kebijaksanaan khusus mengenai persyaratan minimum kuat medan pancaran siaran televisi yang harus dipenuhi untuk suatu penerimaan siaran televisi yang dianggap baik. Sementara itu, untuk kebutuhan perencanaan pengembangan perluasan jangkauan digunakan rekomendasi CCIR/ ITU-R sebagai acuan. Dibawah ini sebagai contoh disampaikan daftar kuat medan minimum menurut rekomendasi CCIR dan daftar kuat medan minimum yang digunakan oleh negara Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CCIR417.JPG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TelecomAus.JPG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menganalisa perbedaan kebutuhan daya pancar antara pemancar VHF dengan UHF dapat dilakukan dengan menggunakan perhitungan propagasi gelombang pada “free space” ataupun menggunakan chart/ grafik propagasi yang disusun oleh CCIR serta dengan memegang variabel-variabel tertentu dalam kondisi yang sama. Pada kesempatan ini marilah kita lakukan perhitungan dengan menggunakan rumus propagasi gelombang pada “free space” dengan variabel-variabel yang dipegang tetap yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jarak pemancar dengan penerima = 20 Km&lt;br /&gt;2. Antara pemancar dan penerima tidak ada halangan/ obstacle dan ketinggian antena pemancar dan penerima tidak diperhitungkan&lt;br /&gt;3. Frekwensi VHF = 200Mhz dan UHF = 500Mhz&lt;br /&gt;4. Pfs = Field strength untuk VHF = 75dbuV/m = -30dBm/Z = 50Ohm&lt;br /&gt;5. Pfs = Field strength untuk UHF = 80dBuV/m = -27dBm/Z = 50Ohm &lt;br /&gt;6. Gant = Gain antena = 10dB&lt;br /&gt;7. Po = power output pemancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = Pfs(db) – Gant(db) + 32,5(db) + (20logD(km))(db) + (20logF(Mhz))(db)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan data sebagaimana tersebut diatas, dapat dihitung kebutuhan power output VHF yang dapat menjangkau sasaran sejauh 20Km adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = Pfs(db) – Gant(db) + 32,5(db) + (20logD(km))(db) + (20logF(Mhz))(db) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = -32bdm – 10db + 32,5db + 20log20 + 20log200 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = -32bdm – 10db + 32,5db + 26db + 46db &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = 62,5 dbm = 2,5dbk = 1,8KW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk pemancar UHF diperlukan power output sebesar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = Pfs(db) – Gant(db) + 32,5(db) + (20logD(km))(db) + (20logF(Mhz))(db) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = -27bdm – 10db + 32,5db + 20log20 + 20log500 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = -27bdm – 10db + 32,5db + 26db + 54db &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Po(db) = 75,5 dbm = 15,5dbk = 35KW &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dilakukan perhitungan dengan menggunakan grafik rumus propagasi gelombang pada “free space” dengan variable-variable yang dipegang tetap yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jarak pemancar dengan penerima = 20Km&lt;br /&gt;2. Antara pemancar dan penerima tidak ada halangan/ obstacle&lt;br /&gt;3. Ketinggian antena pemancar = 150meter, dan ketinggian antene penerima penerima = 10meter&lt;br /&gt;4. Pfs = Field strength untuk VHF = 75dbuV/m = -32dBm/Z = 50Ohm&lt;br /&gt;5. Pfs = Field strength untuk UHF = 80dBuV/m = -27dBm/Z = 50Ohm &lt;br /&gt;6. Gant = Gain antena = 10dB&lt;br /&gt;7. Po = Power output pemancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan data sebagaimana tersebut diatas dan dengan menggunakan standard CCIR, besarnya daya pancar dapat dihitung sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perhitungan Daya Pancar Pemancar VHF,&lt;br /&gt;Dengan menggunakan grafik pada gambar 1, dapat dijelsakan bahwa dengan 1 Kw atau 0dbk ERP pada jarak 20Km dengan ketinggian antena pemancar 150 meter dapat diperoleh field strength sebesar 63dbuV/m. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa untuk mendapatkan field strength sebesar 75dbuV/m pada jarak 20Km diperlukan ERP sebesar 12dBk dan dengan menggunakan antena pemancar dengan Gain 10dB, power output pemancar VHF yang diperlukan sebesar 2dBk atau 1,58KW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perhitungan Daya Pancar Pemancar UHF,&lt;br /&gt;Dengan menggunakan grafik pada gambar 2, dapat dijelaskan bahwa dengan 1 KW atau 0dbk ERP pada jarak 20Km denagn ketinggian antena pemancar 150 meter dapat diperoleh Field Strength sebesar 61dbuV/m. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa untuk mendapatkan field strength sebesar 19dbk, dan dengan menggunakan antena pemancar dengan Gain 10dB, power output pemancar UHF yang diperlukan adalah sebesar 9dbk atau 8KW Dari uraian tersebut diatas dapat disampaikan bahwa untuk mendapatkan kualitas penerimaan gambar dan suara yang baik pada jarak yang sama diperlukan daya pancar yang lebih tinggi apabila menggunakan pemancar UHF dari pada apabila menggunakan pemancar VHF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Biaya Investasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pemancar UHF untuk menjangkau daerah sasaran yang sama jauhnya, diperlukan biaya investasi yang jauh lebih besar daripada menggunakan pemancar VHF. Hal ini sangat wajar karena untuk menjangkau sasaran tertentu pemancar UHF memerlukan daya yang 3 s/d 5 kali lebih besar daripada daya pemancar VHF. G. Kualitas Kualitas hasil pencaran dari pemancar VHF dibandingkan dengan kualitas hasil pancaran dari pemancar UHF adalah sama asalkan keduanya memenuhi persyaratan dan spesifikasi yang telah ditentukan. Perbedaan yang mungkin terjadi tudak akan dapat dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga, tetapi hanya dapat diketahui dengan mengunakan alat ukur. Tidak adanya perbedaan kualitas penerimaan gambar dan suara dari pemancar televisi VHF dan UHF ini barangkali dapat ditanyakan kepada yang sempat melihat siaran televisi Singapore, Malaysia, Jepang ataupun Jerman, dimana perbedaan kualitas penerimaan siaran televisi VHF dan UHF tidak dapat di indentifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan peraturan internasional yang berkaitan dengan pengaturan penggunaan frekwensi (Radio Regulation) untuk penyiaran televisi pada pita frekwensi VHF dan UHF. Sesuai dengan sistem pertelevisian yang dianaut oleh indonesia yaitu CCIR B dan G maka penggunaan frekwensi tersebut telah diatur sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VHF band I : saluran 2 dan 3&lt;br /&gt;VHF band III : saluran 4 s/d 11&lt;br /&gt;VHF band IV : saluran 21 s/d 37&lt;br /&gt;VHF band V : saluran 38 s/d 70&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijaksanaan penggunaan pita frekwensi VHF untuk TVRI dan UHF untuk swasta pada saat itu dilakukan dengan beberapa pertimbangan yang menguntungkan negara sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jumlah saluran TV pada pita VHF yang jumlahnua hanya 10 saluran hampir seluruhnya telah digunakan untuk 200 stasiun pemancar terutama di pulau Jawa, maka pemancar TV swasta yang pertama dan berlokasi di Jakarata dialokasikan pada pita frekwensi UHF.&lt;br /&gt;2. Pemancar VHF lebih ekonomis dan tidak berbeda kualitasnya dengan pemancar TV UHF sangat cocok unruk stasiun penyiaran pemerintah yang terbatas dana pembangunannya.&lt;br /&gt;3. Kesinambungan pemeliharaan dan penggantian pemancar TVRI yang 70% adalah buatan LEN sangat didukung oleh hasil produksi LEN yang belum memproduksi pemancar UHF.&lt;br /&gt;4. TVRI terus memperluas jangkauannya sampai ke pelosok tanah air dimana saat itu masih banyak masyarakat di daerah yang belum mampu membeli pesawat TV berwarna dan pada saat itu pesawat hitam putih hanya dapat menerima saluran VHF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-6222206500218381406?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/6222206500218381406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/07/pemancar-televisi-vhf-dan-uhf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/6222206500218381406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/6222206500218381406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/07/pemancar-televisi-vhf-dan-uhf.html' title='PEMANCAR TELEVISI VHF DAN UHF'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-1239113298400248836</id><published>2008-07-26T14:31:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T14:36:11.959+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color:#66ffff;"&gt;HDTV dan Standar TV Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HDTV adalah merupakan media komunikasi baru dan teknologinya&lt;br /&gt;  masih dalam proses penggarapan yang sangat ramai, terutama pada awal&lt;br /&gt; dekade ini.  Secara singkat sejarah perkembangan  HDTV dimulai oleh&lt;br /&gt; Jepang yang dimotori oleh pusat riset dan pengembangan NHK (TVRI/RRI &lt;br /&gt;-nya Jepang) pada tahun 1968, kemudian diikuti oleh Masyarakat Eropa &lt;br /&gt;sebagai pembanding dan akhirnya Amerika Serikat menjadi kompetitor&lt;br /&gt; yang harus diperhitungkan. &lt;br /&gt; Diperkirakan bahwa teknologi HDTV ini  akan menjadi standar &lt;br /&gt;televisi masa depan, sehingga seorang peneliti senior dalam bidang &lt;br /&gt;sistem strategi dan manajemen Dr. Indu Singh  meramalkan bahwa pasar&lt;br /&gt;dunia untuk HDTV ini akan mencapai 250 billion dolar pertahun (tahun&lt;br /&gt;2010). Untuk itu pada dekade tahun 1990 ini negara-negara maju telah&lt;br /&gt;dan sedang berusaha agar bisa membuat teknologi tersebut sehingga&lt;br /&gt;bisa menguasai pasar dunia (posisi strategis).&lt;br /&gt; Karena itu maka sekarang telah bermunculan berbagai standar,&lt;br /&gt;yang satu sama lainnya saling berbeda. Yang menjadi persoalan &lt;br /&gt;sekarang adalah bagaimana sebaiknya bagi negara berkembang ?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya marilah kita simak dulu pengertian dasar dari HDTV dan &lt;br /&gt;prasarat idealnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu HDTV ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HDTV dapat diartikan sebagai suatu sistem media komunikasi &lt;br /&gt;bergambar dan atau bersuara dengan tingkat kualitas ketajaman gambar &lt;br /&gt;(resolusi) yang sangat tinggi (hampir sama dengan kualitas film 35-mm)&lt;br /&gt; dan kualitas suaranya juga menyerupai CD (Compact Disk).  Dalam hal&lt;br /&gt; ini teknologi pemrosesan sinyal dijital dan displai memberikan peran&lt;br /&gt; yang sangat penting.  Diharapkan juga  bahwa nantinya bisa melayani&lt;br /&gt; multi-bahasa dan multi media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Karena HDTV merupakan sistem komunikasi, maka seperti juga &lt;br /&gt;sistem komunikasi konvensional, untuk penyelenggaraannya memerlukan &lt;br /&gt;beberapa komponen dasar seperti pusat produksi (studio), &lt;br /&gt;pemroses/penyimpan. sistem transmisi dan pesawat penerima.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Siaran  Ideal&lt;br /&gt;Untuk dapat menyelenggarakan sistem siaran HDTV baik secara nasional &lt;br /&gt;maupun global yang ideal, diperlukan beberapa kriteria  antara lain &lt;br /&gt;sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Penggunaan sinyal standar yang sama (di dunia /dalam satu negara)&lt;br /&gt;- Biaya pesawat penerima yang murah /terbeli oleh khalayak&lt;br /&gt;- Kompatibel dengan sistem yang sudah ada &lt;br /&gt;- Bisa dihubungkan dengan media lain (multi-media)&lt;br /&gt;- Dapat terjangkau secara meluas (aspek pemerataan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi Standar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Disamping aspek pasar yang menggiurkan,  dalam sistem penyele-&lt;br /&gt;nggaran HDTV yang global mempunyai dampak yang luas pada bidang &lt;br /&gt;budaya, sosial  politik sampai pada pertahanan. Karena itu &lt;br /&gt;negara-negara maju telah berlomba agar sistem yang mereka kembangkan &lt;br /&gt;itu nantinya dapat dipakai sebagai standar dunia (global). &lt;br /&gt; Standar yang telah masuk dalam agenda rapat CCIR( badan inter-&lt;br /&gt;nasional yang menangani standarisasi sistem penyiaran),  baru dua &lt;br /&gt;yaitu MUSE (Jepang) dan HD-MAC (Eropa).   Sementara itu Amerika Serikat&lt;br /&gt;yang diatur oleh FCC (Komisi Komunikasi) sedang ditegangkan  untuk &lt;br /&gt;memutuskan satu standar dari masing-masing team (konsorsium) yang &lt;br /&gt;sedang berkompetisi.&lt;br /&gt; Karena kepentingan masing-masing negara yang berbeda-beda &lt;br /&gt;apakah  CCIR bisa memutuskan pemakain standar yang tunggal ? Pengalaman&lt;br /&gt; dari sistem TV konvensional yaitu adanya PAL/SECAM di Eropa &amp;amp; ASEAN, &lt;br /&gt;NTSC di Amerika dan Jepang,  rasanya sulit CCIR untuk bisa memutuskan &lt;br /&gt;pemakaian tunggal sistem penyiaran HDTV ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Disamping itu juga ada badan standarisasi dibawah ISO yaitu &lt;br /&gt;MPEG (Kompas 25 April 1993, penulis yang sama) yang menangani &lt;br /&gt;standarisasi pengkodean dan pemampatan sinyal gambar bergerak. &lt;br /&gt;Untuk sinyal gambar dengan ketajaman  tinggi  (HDTV), sampai saat ini&lt;br /&gt; belum ada kesepakatan dan direncanakan diselesaikan pada tahun 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Berkembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setiap negara tentu saja menginginkan bahwa negaranya bisa maju&lt;br /&gt; dalam segala hal,  termasuk teknologi HDTV. Bagi negara maju yang &lt;br /&gt;infrastrukurnya sudah lengkap yang menjadi masalah penerapan  adalah &lt;br /&gt;kompetisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun demikian bagaimana dengan negara berkembang  yang &lt;br /&gt;infrastrukturnya masih terbatas (lihat idealisasi sistem siaran diatas)&lt;br /&gt;, apakah mau menciptakan standar sendiri ataukah mengikuti standar yang&lt;br /&gt; sedang dikembangkan oleh bangsa maju dan kapankah HDTV tersebut layak &lt;br /&gt;diterapkan?&lt;br /&gt; Karena tingkatan teknologi HDTV yang ada sudah demikian maju ,&lt;br /&gt;kemungkinan membuat standar sinyal sendiri   hanyalah membuang waktu&lt;br /&gt;dan dana. Namun demikian kalau mengikuti standar lain harus bagaimanakah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Alangkah bijaksananya kalau negara berkembang bisa mempelajari&lt;br /&gt; sistem HDTV ini baik dari segi produksi, transmisinya, pesawat &lt;br /&gt;penerima bahkan sampai industri pembuatan komponen-komponen tersebut.&lt;br /&gt;Karena tanpa bisa memproduksi , negara tesebut akan selalu bergantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertanyaan berikutnya lalu standar mana yang harus dipakai ?  &lt;br /&gt;MUSE, HD-MAC atau ADTV-nya Amerika.&lt;br /&gt;  Untuk menjawab pertanyaan ini  dan  sekaligus menyelesaikan &lt;br /&gt;persoalan-persoalan idealisai sistem penyiaran diatas kiranya  &lt;br /&gt;diperlukan strategi dan pentahapan yang terpadu. Karena teknologi HDTV &lt;br /&gt;tidak semata-mata teknologi televisi saja,  maka demi keterpaduan sebaiknya &lt;br /&gt;di dalam pengkajian , maupun pengembangannya  dilakukan oleh beberapa&lt;br /&gt;instansi dan industri yang terkait, seperti Telekomunikasi (TELKOM), &lt;br /&gt;Perguruan Tinggi, Pengkajian Teknologi (BPPT,LIPI), Industri elektronika&lt;br /&gt;(INTI, LEN,National, Elektrindo) ,  Kementrian Industri dan Perdagangan &lt;br /&gt;(Indag), dsb-nya. &lt;br /&gt;    Sebagai contoh  keterpaduan yang dilakukan di Jepang untuk &lt;br /&gt;pengembangan industri televisi yang dimulai dekade 50. Dengan dimotori&lt;br /&gt; oleh Pusat Riset dan Pengembangan NHK, Jepang memaksa industri-&lt;br /&gt;industri dalam negeri (SONY, Matsuhita, dll) untuk bisa memproduksi &lt;br /&gt;Televisi dan komponen terkait dengan orientasi mula pasar dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dengan dilaksanakan siaran secara langsung  melalui media televisi &lt;br /&gt;upacara  pernikahan kaisar (emperor) Akihito pada tahun 1959, &lt;br /&gt;meledaklah industri televisi di Jepang .&lt;br /&gt;      Akhirnya seperti kita ketahui dengan baik bahwa Jepang telah &lt;br /&gt;bisa merajai teknologi televisi dan pasar dunia. , bahkan telah &lt;br /&gt;berhasil menayangkan program HDTV 8 jam sehari (mulai 25 Nopember 1991).&lt;br /&gt;      Yang menjadi harapan Jepang selanjutnya adalah bahwa pasaran &lt;br /&gt;Hi- Vison-nya (HDTV)  akan meledak pada pernikahan mahkota berikutnya&lt;br /&gt;Naruhito dengan Masako Owada pada bulan Juni ini. Namun ini masih&lt;br /&gt;menjadi pertanyaan karena harganya masih mahal (1.0 juta yen), sehingga&lt;br /&gt;sampai akhir Mei ini jumlah pesawat penerimanya baru sekitar 10.000.&lt;br /&gt;Para peneliti Jepang sedang berusaha habis-habisan untuk bisa mengeffisien-&lt;br /&gt;kan komponen IC-nya sehingga diharapkan harganya menjadi murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh lain  adalah Korea Selatan, mereka tidak terburu-buru &lt;br /&gt;mengadakan penyelenggaraan-nya disaat standar belum mapan,&lt;br /&gt;namun yang mereka kejar adalah bagaiamana memproduksi HDTV untuk bisa&lt;br /&gt;di ekspor, sehingga  mereka mengirimkan ahli-ahli-nya yang bisa membu-&lt;br /&gt;at HDTV ke Jepang , Eropa, Amerika. Kegiatan ini adalah merupakan konsorsium&lt;br /&gt;dari pemerintah dan industri-industri terkait seperti Golden Star, Samsung ,&lt;br /&gt;Daewo, Korean Telocom dsb-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Proyek pengembangan produksi HDTV di Korea ini dimulai sejak tahun &lt;br /&gt;1989, dengan biaya 100 milyar won, 60 prosen diantara-nya dikeluarkan dari&lt;br /&gt;kocek pemerintah. Target yang mereka harapkan adalah, konfigurasi dasar&lt;br /&gt;(prototipe) akan selesai dilaksanakan pada tahun 1993, sedangkan secara &lt;br /&gt;ambisius pada tahun 1995 nanti bisa membuat produksi secara masal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kelihatannya sangat netral dan beralasan sekali ,saran seorang &lt;br /&gt;mantan peneliti  dari NHK yang sekarang menjadi guru besar di salah &lt;br /&gt;satu perguruan tinggi  di Jepang, yang menyatakan bahwa kalau negara &lt;br /&gt;berkembang ingin mengembangkan sistem siaran HDTV, maka yang perlu &lt;br /&gt;dibenahi dulu antara lain  adalah , perbanyaklah ahli elektronika &lt;br /&gt;(pendidikan) dan yang terkait sehingga bisa membuat , menjalankan dan &lt;br /&gt;memasarkan industri elektronika secara mandiri. Menurut beliau  kalau &lt;br /&gt;ini dikerjakan mulai sekarang dengan  kerja keras (Gambate /bahasa &lt;br /&gt;Jepang),  mudah-mudahan penyelenggaraan sistem siaran HDTV ini bisa &lt;br /&gt;dilaksanakan dalam  kurun 10 tahun yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog adalah NTSC (National Television System(s)) Committee, badan industri pembuat standar yang menciptakannya. Sistem ini sebagian besar diteraapkan di Amerika Serikat (AS) dan beberapa bagian Asia Timur, seperti: China/Tiongkok, Jepang, Korea Utara, Korea Selatan, Taiwan, Mongolia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, sistem PAL (Phase-Alternating Line, phase alternation by line atau untuk phase alternation line). Dalam bahasa Indonesia: garis alternasi fase), adalah sebuah encoding berwarna digunakan dalam sistem televisi broadcast, digunakan di seluruh dunia. PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch, yang bekerja di Telefunken, dan pertama kali diperkenalkan pada 1967.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi digital (bahasa Inggris: Digital Television, DTV) adalah jenis TV yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat televisi. Televisi resolusi tinggi atau high-definition television (HDTV), yaitu: standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. Ia memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi kabel adalah sistem penyiaran acara televisi lewat frekuensi radio melalui serat optik atau kabel coaxial dan bukan lewat udara seperti siaran televisi biasa yang harus ditangkap antena. Selain acara televisi, acara radio FM, internet, dan telephon juga dapat disampaikan lewat kabel.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-1239113298400248836?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/1239113298400248836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/07/hdtv-dan-standar-tv-dunia-hdtv-adalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/1239113298400248836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/1239113298400248836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/07/hdtv-dan-standar-tv-dunia-hdtv-adalah.html' title=''/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-8791591123484419877</id><published>2008-07-26T14:29:00.002+07:00</published><updated>2008-07-26T14:31:32.537+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Prinsip Kerja Televisi &lt;br /&gt;Bagaimanakah Televisi Bekerja?&lt;br /&gt;Sebelum kita mengetahui prinsip kerja pesawat televisi, ada baiknya kita mengetahui sedikit tentang perjalanan objek gambar yang biasa kita lihat di layar kaca. Gambar yang kita lihat di layar televisi adalah hasil produksi dari sebuah kamera&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Objek gambar yang di tangkap lensa kamera akan dipisahkan berdasarkan tiga warna dasar, yaitu merah (R = red), hijau (B = blue). Hasil tersebut akan dipancarkan oleh pemancar televisi (transmiter). Pada sestem pemancar televisi, informasi visual yang kita lihat pada layar kaca pada awalnya di ubah dari objek gambar menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik tersebut akan ditransmisikan oleh pemancar ke pesawat penerima (receiver) televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP KERJA TELEVISI&lt;br /&gt;Pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi objek gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan. Pada televisi hitam putih (monochrome), gambar yang di produksi akan membentuk warna gambar hitam dan putih dengan bayangan abu-abu. Pada pesawat televisi berwarna, semua warna alamiah yang telah dipisah ke dalam warna dasar R (red), G(green), dan B (blue) akan dicampur kembali pada rangkaian matriks warna untuk menghasilkan sinyal luminasi.&lt;br /&gt;Selain gambar, juga membawa suara ?&lt;br /&gt;Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang di tranmisikan bersama sinyal gambar. Penyiaran telavisi sebenarnya menyerupai suara sistem radio tetapi mencakup gambar dan suara. Sinyal suara di pancarkan oleh modulasi frekuensi (FM) pada suatu gelombang terpisah dalam satu saluran pemancar yang sama dengan sinyal gambar. Sinyal gambar termodulasi mirip dengan sistem pemancaran radio yang telah dikenal sebelumnya. Dalam kedua kasus ini, amplitudo sebuah gelombang pembawa frekuensi radio (RF) dibuat bervariasi terhadap tegangan pemodulasi.Modulasi adalah sinyal bidang frekuensi dasar (base band).&lt;br /&gt;Modulasi frekuensi (FM) digunakan pada sinyal suara untuk meminimalisasikan atau menghindari derau (noise) dan interferensi. Sinyal suara FM dalam televisi pada dasarnya sama seperti pada penyiaran radio FM tetapi ayunan frekuensi maksimumnya bukan 75khz melainkan 25 khz.&lt;br /&gt;Saluran dan Standar Pemancar Televisi&lt;br /&gt;Kelompok frekuensi yang di tetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk tranmisi sinyalnya disebut saluran (chenel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6 mhz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran televisi komersial. &lt;br /&gt;VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ.&lt;br /&gt;VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ.&lt;br /&gt;UHF saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, saluran 3 disiarkan pada 60 MHZ sampai 66 MHZ. Sinyal pembawa RF untuk gambar dan suara keduanya termasuk di dalam tiap saluran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENIS-JENIS SISTEM TELEVISI&lt;br /&gt;Sistem pemancar televisi yang kita kenal di antaranya:&lt;br /&gt;NTSC (National Television System Committee)&lt;br /&gt;PAL (Phases Alternating Line)&lt;br /&gt;SECAM (Sequential Couleur a Memorie)&lt;br /&gt;PALB&lt;br /&gt;NTSC (National Television System Committee) digunakan di Amerika Serikat, sistem PAL (Phases Alternating Line) di gunakan di Inggris, sistem SECAM (Sequential Couleur a Memorie) digunakan di Perancis. Sementara itu, Indonesia sendiri menggunakan sistem PALB. Hal yang membedakan sistem tersebut adalah format gambar, jarak frekuensi pembawa dan pembawa suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN-BAGIAN TELEVISI&lt;br /&gt;Rangkaian Catu Daya (Power Supply)&lt;br /&gt;Rangkaian berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi DC yang selanjutnya didistribusikan ke seluruh rangkaian. Rangkaian catu daya dibatasi oleh garis putih pada PCB dan daerah di dalam kotak merah. Daerah di dalam garis putih adalah rangkaian input yang merupakan daerah tegangan tinggi (live area). Sementara itu, daerah di dalam kotak merah adalah output catu daya yang selanjutnya mendistribusikan tegangan DC ke seluruh rangkaian TV. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian Penala (tuner)&lt;br /&gt;Rangkaian ini terdiri dari penguat frekuensi tinggi ( penguat HF ), pencampur (mixer), dan osilator lokal.Rangkaian penala berfungsi untuk menerima sinyal masuk (gelombang TV) dari antena dan mengubahnya menjadi sinyal frekuensi IF.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian penguat IF (Intermediate Frequency)&lt;br /&gt;Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal hingga 1.000 kali. Sinyal output yang dihasilkan penala ( tuner) merupakan sinyal yang lemah dan yang sangat tergantung pada pada sinyal pemancar, posisi penerima, dan bentang bentang alam. Rangkaian ini juga berguna untuk membuang gelombang lain yang tidak dibutuhkan dan meredam interferensi pelayanan gelombang pembawa suara yang mengganggu gambar. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian Detektor Video&lt;br /&gt;Rangkaian ini berfungsi sebagai pendeteksi sinyal video komposit yang keluar dari penguat IF gambar. Selain itu, rangkaian ini berfungsi pula sebagai peredam seluruh sinyal yang mengganggu karena apabila ada sinyal lain yang masuk akan mengakibatkan buruknya kualitas gambar. Salah satu sinyal yang di redam adalah sinyal suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian Penguat Video&lt;br /&gt;Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal luminan yang berasal dari deteltor video sehingga dapat menjalankan layar kaca atau CRT (catode ray tube). Didalam rangkaian penguat video terdapat pula rangkaian ABL(automatic brightness level) atau pengatur kuat cahaya otomatis yang berfungsi untuk melindungi rangkaian tegangan tinggi dari tegangan muatan lebih yang disebabkan oleh kuat cahaya pada layar kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian AGC (Automatic Gain Control)&lt;br /&gt;Rangkaian AGC berfungsi untuk mengatur penguatan input secara otomatis. Rangkaian ini akan menstabilkan sendiri input sinyal televisi yang berubah-ubah sehingga output yang dihasilkan menjadi konstan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian Defleksi Sinkronisasi&lt;br /&gt;Rangkaian ini terdiri dari empat blok, yaitu rangkaian sinkronisasi, rangkaian defleksi vertikal, rangkaian defleksi horizontal, dan rangkaian pembangkit tegangan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian Audio&lt;br /&gt;Suara yang kita dengar adalah hasil kerja dari rangkaian ini, sinyal pembawa IF suara akan dideteksi oleh modulator frekuensi (FM). Sebelumnya, sinyal ini dipisahkan dari sinyal pembawa gambar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;JENIS-JENIS LAYAR TELEVISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Layar Televisi CRT (catode ray tube)&lt;br /&gt;Pada televisi jenis ini layar terlihat lebih cembung ketimbang jenis lainnya. Teknologi televisi dengan tabung CRT tergolong paling tua dan hingga saat ini terus digunakan dan dikembangkan. Walaupun telah muncul teknologi yang baru. Tabung CRT hanya berisi sebuah tabung sinar katoda (cathode-ray tube) sedang untuk perbandingannya, plasma terdiri dari satu juta tabung fluorescent berukuran sangat kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Layar Televisi Plasma&lt;br /&gt;Dalam prinsipnya, layar plasma tersusun atas dua lembar kaca. Di antara keduanya diisi ribuan sel, yang ratusan di antaranya berisi gas xenon dan neon. Dua jenis elektroda panjang, address electrode dan transparent display electrode, direntangkan di antara lempengan kaca tersebut. Saat layar plasma dihidupkan, elektroda-elektroda yang saling berpotongan di atas sel itu diberi muatan listrik oleh komputer layar untuk mengionisasi gas dalam sel. Ini berlangsung ribuan kali dalam sepersekian detik. Arus listrik pun melewati gas di dalam sel dan menghasilkan aliran partikel bermuatan listrik yang cepat, yang merangsang atom gas tersebut melepaskan foton ultraviolet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foton ultraviolet berinteraksi dengan fosfor&lt;br /&gt;Kemudian, foton ultraviolet berinteraksi dengan fosfor yang akhirnya melepaskan energi di dalam bentuk sinar foton yang jelas. Setiap pixel tersusun atas tiga sel sub pixel yang terpisah, masing-masing dengan fosfor yang berbeda warna, yaitu; merah, hijau, biru yang akan bercampur menghasilkan warna pixel.&lt;br /&gt;Untuk menyeragamkan kekuatan arus listrik yang mengalir melalui sel berbeda, sistem kontrolnya akan menambah atau mengurangi intensitas warna setiap sub pixel. Hal ini untuk menghasilkan ratusan kombinasi merah, hijau, dan biru yang berbeda. Dengan cara ini, sistem kontrol dapat menghasilkan warna dalam spektrum luas, sekira ada 16,77 juta warna bisa dihasilkan sebuah layar plasma. Inilah yang membuat tampilan gambar plasma sangat tajam dan jelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-8791591123484419877?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/8791591123484419877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/07/prinsip-kerja-televisi-bagaimanakah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/8791591123484419877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/8791591123484419877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/07/prinsip-kerja-televisi-bagaimanakah.html' title=''/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-5682257046018994721</id><published>2008-07-26T13:49:00.000+07:00</published><updated>2008-07-26T13:52:20.706+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>A.SEJARAH PENEMUAN TEKNOLOGI TELEVISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog.&lt;br /&gt;Sejarah Televisi&lt;br /&gt;24 09 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pada tahun 1873 seorang operator telegram menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan fotosel silenium (selenium photocell)&lt;br /&gt;Kemudian piringan metal kecil berputar dengan lubang-lubang didalamnya ditemukan oleh seorang mahasiswa yang bernama Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi. Sekitar tahun 1920 John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Televisi elektronik agak tersendat perkembangannya pada tahun-tahun itu, lebih banyak disebabkan karena televisi mekanik lebih murah dan tahan banting. Bukan itu saja, tetapi juga sangat susah untuk mendapatkan dukungan finansial bagi riset TV elektronik ketika TV mekanik dianggap sudah mampu bekerja dengan sangat baiknya pada masa itu. Sampai akhirnya Vladimir Kosmo Zworykin dan Philo T. Farnsworth berhasil dengan TV elektroniknya. Dengan biaya yang murah dan hasil yang berjalan baik, orang-orang mulai melihat kemungkinan untuk&lt;br /&gt;Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff, Senior Vice President dari RCA (Radio Corporation of America). Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik, dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Selain itu, Philo Farnsworth juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TV ELEKTRONIK&lt;br /&gt;Baik Farnsworth, maupun Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik. Kompetitor utama mereka adalah Baird Television, yang sudah terlebih dahulu melakukan siaran sejak 1928, dengan menggunakan sistem mekanik seluruhnya. Pada saat itu sangat sedikit orang yang mempunyai televisi, dan yang mereka punyai umumnya berkualitas seadanya. Pada masa itu ukuran layar TV hanya sekitar tiga sampai delapan inchi saja sehingga persaingan mekanik dan elektronik tidak begitu nyata, tetapi kompetisi itu ada disana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TV RCA, Tipe TT5 1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisinya, dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini, menyebabkan the National Television Standards Committee [NTSC], 1941, memutuskan sudah saatnya untuk menstandarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu, sudah mengkonversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.&lt;br /&gt;Pada tahun-tahun pertama, ketika sedang resesi ekonomi dunia, harga satu set televisi sangat mahal. Ketika harganya mulai turun, Amerika terlibat perang dunia ke dua. Setelah perang usai, televisi masuk dalam era emasnya. Sayangnya pada masa itu semua orang hanya dapat menyaksikannya dalam format warna hitam putih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TV BERWARNA&lt;br /&gt;Sebenarnya CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya, RCA. Tetapi sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan TV hitam putih diseluruh negara. CBS yang sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka harus menyadari kenyataan bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia. RCA yang belajar dari pengalaman CBS mulai membangun sistem warna menurut formatnya. Mereka dengan cepat membangun sistem warna yang mampu untuk diterima pada sistem warna dan sistem hitam putih. Setelah RCA memamerkan kemampuan sistem mereka, NTSC membakukannya untuk siaran komersial thn 1953.&lt;br /&gt;Berpuluh tahun kemudian hingga awal milenium baru abad 21 ini, orang sudah biasa berbicara lewat telepon selular digital dan mengirim e-mail lewat jaringan komputer dunia, tetapi teknologi televisi pada intinya tetap sama. Tentu saja ada beberapa perkembangan seperti tata suara stereo dan warna yang lebih baik, tetapi tidak ada suatu lompatan besar yang mampu untuk menggoyang persepsi orang tentang televisi. Tetapi semuanya secara perlahan mulai berubah, televisi secara bertahap sudah memasuki era digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan&lt;br /&gt;Dalam penemuan televisi (tv), terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.&lt;br /&gt;  1876 - George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda. &lt;br /&gt;  1884 - Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis. &lt;br /&gt;  1888 - Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian. &lt;br /&gt;  1897 - Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung. &lt;br /&gt;  1900 - Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris. &lt;br /&gt;  1907 - Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar. &lt;br /&gt;  1927 - Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi. &lt;br /&gt;  1929 - Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT. &lt;br /&gt;  1940 - Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis. &lt;br /&gt;  1958 - Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown. &lt;br /&gt;  1964 - Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber. &lt;br /&gt;  1967 - James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis. &lt;br /&gt;  1968 - Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier. &lt;br /&gt;  1975 - Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna. &lt;br /&gt;  1979 - Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan. &lt;br /&gt;  1981 - Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis. &lt;br /&gt;  1987 - Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali. &lt;br /&gt;  1995 - Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita. &lt;br /&gt;  dekade 2000- Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya. &lt;br /&gt;Memang benar banyak sebagian orang mengatakan kalau gambar yang dihasilkan TV LCD dan Plasma memiliki resolusi yang lebih tinggi. Tetapi kekurangannya adalah masa atau umur TV tersebut tidak dapat berumur panjang jika kita memakainya terus-menerus jika kalau dibandingkan dengan TV CRT atau yang di kenal sebagai Tivi biasa yang kebanyakkan orang pakai pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH PERKEMBANGAN TELEVISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1962 menjadi tonggak pertelevisian Nasional Indonesia dengan berdiri dan beroperasinya TVRI. Pada perkembangannya TVRI menjadi alat strategis pemerintah dalam banyak kegiatan, mulai dari kegiatan sosial hingga kegiatan-kegiatan politik. Selama beberapa decade TVRI memegang monopoli penyiaran di Indonesia, dan menjadi “ corong “ pemerintah. Sejak awal keberadaan TVRI, siaran berita menjadi salah satu andalan. Bahkan Dunia dalam Berita dan Berita Nasional ditayangkan pada jam utama. Bahkan Metro TV menjadi stasiun TV pertama di Indonesia yang fokus pada pemberitaan, layaknya CNN atau Al-Jazeera. Pada awalnya, persetujuan untuk mendirikan televisi hanya dari telegram pendek Presiden Soekarno ketika sedang melawat ke Wina, 23 Oktober 1961.&lt;br /&gt;Sulit dibayangkan bagiamana repotnya dan susahnya ketika itu, karena bahkan untuk memlilih peralatan yang mana dari perusahaan apa, masih serba menerka. Dalam perkembangannya, TV swasta melahirkan siaran berita yang lebih variatif. Siaran berita yang bersifat straight news, seperti Liputan 6 (SCTV), Metro Malam (Metro TV), dan Seputar Indonesia (RCTI) tidak jadi satu-satunya pakem berita televisi. Kurang dalamnya straight news disiasati stasiun TV dengan tayang depth reporting, yang mengulas suatu berita secara lebih mendalam. Tayangan itu antara lain Metro Realitas (Metro TV), Derap Hukum dan Sigi (SCTV) dan Kupas Tuntas (Trans TV). Sementara itu, berita kriminal mendapat tempat tersendiri dalam dunia pemberitaan televisi, sebutlah Buser (SCTV), Sergap (RCTI) dan Patroli (Indosiar). Tonggak kedua dunia pertelevisian adalah pada tahun 1987, yaitu ketika diterbitkannya Keputusan Menteri Penerangan RI Nomor : 190 A/ Kep/ Menpen/ 1987 tentang siaran saluran terbatas, yang membuka peluang bagi televisi swasta untuk beroperasi. Seiring dengan keluarnya Kepmen tersebut, pada tanggal 24 agustus 1989 televisi swasta, RCTI, resmi mengudara, dan tahun-tahun berikutnya bermunculan stasiun-stasiun televisi swasta baru, berturut-turut adalah SCTV ( 24/8/90 ), TPI ( 23/1/1991 ), Anteve ( 7/3/1993 ), indosiar ( 11/1/1995 ), metro TV ( 25/11/2000 ), trans TV ( 25/11/2001 ), dan lativi ( 17/1/2002 ). Selain itu, muncul pula TV global dan TV 7. jumlah stasiun televisi swasta Nasional tersebut belum mencakup stasiun televisi lokal – regional..&lt;br /&gt;Maraknya komunitas televisi swasta membawa banyak dampak dalam kehidupan masyarakat, baik positif atau negatif. Kehadiran mereka pun sering menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. Pada satu sisi masyarakat dipuaskan oleh kehadiran mereka yang menayangkan hiburan dan memberikan informasi, namun di sisi lain mereka pun tidak jarang menuai kecaman dari masyarakat karena tayangan-tayangan mereka yang kurang bisa diterima oleh masyarakat ataupun individu-individu tertentu. Bagaimanapun juga, televisi telah menjadi sebuah keniscayaan dalam masyarakat dewasa ini. Kemampuan televisi yang sangat menakjubkan untuk menembus batas-batas yang sulit ditembus oleh media masa lainnya. Televisi mampu menjangkau daerah-daerah yang jauh secara geografis, ia juga hadir di ruang-ruang publik hingga ruang yang sangat pribadi. Televisi merupakan gabungan dari media dengar dan gambar hidup ( gerak atau live ) yang bisa bersifat politis, informatif, hiburan, pendidikan, atau bahkan gabungan dari ketiga unsur tersebut. Oleh karena itu, ia memiliki sifat yang sangat istimewa. &lt;br /&gt;Kemampuan televisi yang luar biasa tersebut sangat bermanfaat bagi banyak pihak, baik dari kalangan ekonomi, hingga politik. Bagi kalangan ekonomi televisi sering dimanfaatkan sebagai media iklan yang sangat efektif untuk memperkenalkan produk pada konsumen. Sementara, bagi kalangan politik, televisi sering dimanfaatkan sebagai media kampanye untuk menggalang masak, contohnya adalah, banyak pihak yang menilai kemenangan SBY di Indonesia dan JFK di Amerika sebagai presiden adalah karena kepiawaian mereka memenfaatkan media televisi. Belakangan, televisi pun sering dimanfaatkan oleh pemerintah sebagai media sosialisasi sebuah kebijakan yang akan di ambil kepada masyarakat luas, seperti yang belakangan adalah sosialisasi tentang kenaikan harga BBM dan tarip dasar listrik. Kehadiran televisi banyak memberi pengaruh positif dalam masyarakat, terutama yang terkait dengan kemampuannya untuk menyebar informasi yang cepat dan dapat diterima dalam wilayah yang sangat luas pada waktu yang singkat. Hasil penelitian MRI ( 2001 ) terhadap para ibu yang diungkapkan oleh Puspito ( Almira-online ) menyebutkan bahwa siaran televisi memberikan dampak positif bagi anak-anak mereka. Diantara dampak positif tersebut adalah menambah wawasan anak, anak menjadi lebih cerdas, anak dapat membedakan yang baik dan jahat, serta dapat mengembangkan keterampilan anak. Dampak negatif yang ia lihat pada anak mereka, yaitu berperilaku keras, moralitas negatif, anak pasif, dan tidak kreatif nilai sekolah rendah, kecanduan menonton, dan perilaku konsumtif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• SEJARAH TELEVISI LOKAL&lt;br /&gt;Penyiaran saat ini tidak lagi menjadi monopoli Jakarta. Fenomena menjamurnya televisi lokal di berbagai daerah dapat dijadikan indikator telah menyebarnya sumber daya penyiaran. Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), sebuah organisasi tempat bergabungnya televisi lokal yang berdiri pada 26 Juli 2002, hingga saat ini telah menghimpun sebanyak 23 industri televisi lokal. Anggotanya tersebar di berbagai daerah di Indonesia, ada Bandung TV di Bandung, Bali TV di Bali, Riau TV di Pekanbaru Riau, dan berbagai daerah lainnya. Belum lagi keberadaan televisi lokal lainnya yang belum terdata sama sekali. Dapat dibayangkan betapa ramainya udara Indonesia di masa yang akan datang dengan maraknya televisi lokal yang akan bermunculan. menggeliatnya perkembangan televisi lokal tidak seindah yang dibayangkan. Televisi lokal yang sudah beroperasi banyak yang berjibaku dengan masalah internalnya, dari persoalan buruknya manajemen, baik manajemen sumber daya manusianya maupun manajemen keuangannya, hingga pada persoalan sulitnya mendapatkan share iklan.&lt;br /&gt;Iklan merupakan masalah tersendiri yang cukup membuat gelisah para pengelola sebagian besar televisi lokal. Potret buruknya sistem manajemen sebagian televisi lokal dapat dilihat dalam peristiwa protes karyawan salah satu televisi lokal yang terjadi di tahun 2005. Protes karyawan dilatarbelakangi karena rendahnya upah yang diterima serta tidak adanya kepastian kerja bagi mereka. Tumpuan harapan &lt;br /&gt;Publik sesungguhnya menaruh harapan begitu tinggi terhadap televisi lokal. Kehadirannya di belantika penyiaran diharapkan dapat memberi alternatif tontonan dan dapat mengakomodasi khazanah lokalitas yang saat ini kurang tertampung dalam tayangan televisi Zaman telah berubah, konsentrasi media dan pemusatan modal ingin dihilangkan. Walau tidak bisa dilakukan secara langsung, keinginan menyebar sumber daya itu akan dilakukan secara bertahap seiring dengan penataan sistem dan regulasinya. Ini merupakan berkah yang patut disyukuri masyarakat daerah.&lt;br /&gt;Bila keadaan ini terus berjalan sesuai harapan, geliat industri penyiaran di daerah akan berkembang dan orang tidak lagi melihat Jakarta sebagai pusat peradaban penyiaran. Peradaban penyiaran lambat laun akan tumbuh di berbagai daerah. Fenomena ini mungkin hampir sama dengan keadaan pada zaman Yunani kuno. Di sana polis- polis berkembang dan kebudayaan tidak terpusat di suatu tempat. Tanggung jawab pengelola &lt;br /&gt;Banyaknya masalah yang dihadapi oleh industri televisi lokal menuntut perhatian dan upaya untuk mengatasinya. Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab regulator penyiaran, melainkan juga menjadi tanggung jawab pengelola televisi lokal itu sendiri. Dari sudut regulator diharapkan ada regulasi atau kebijakan yang memihak terhadap tumbuhkembangnya televisi lokal. &lt;br /&gt;Pemihakan itu kemudian dituangkan dalam produk peraturan. Dari sisi televisi lokal, harus segera dilakukan upaya, antara lain pertama, televisi lokal harus mampu menciptakan keunikan dari program siaran yang dikelolanya. Bila hal ini dapat dilakukan, setidaknya televisi lokal dapat membangun posisi tawar di hadapan televisi Jakarta dan dapat meraih pemirsa daerah yang selama ini menjadi penonton loyal televisi local. Bila televisi lokal telah menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, rasanya cita-cita mewujudkan sistem penyiaran nasional yang berkeadilan bukanlah sebuah impian yang utopis. &lt;br /&gt;Pada era otonomi daerah, peran media massa makin urgen. Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 yang direvisi menjadi Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah lebih menitikberatkan pada partisipasi dan kontrol masyarakat serta pemberdayaan institusi lokal. Salah satu upaya yang harus dilakukan demi suksesnya otonomi daerah adalah mengoptimalkan peran institusi lokal nonpemerintah, seperti media massa. Strategi komunikasi yang berkembang pun tidak lagi centrist vertical seperti pada masa Orde Baru. Pada masa itu, media massa hanya menjadi corong komunikator puncak yang duduk di jabatan tertinggi pemerintahan sehingga informasi yang beredar pun hanya untuk kepentingan pemerintahan. Sementara itu, masyarakat diposisikan hanya sebagai komunikan yang dijejali dengan berbagai propaganda. Di Indonesia saat ini sudah berkembang startegi komunikasi two way traffic yang dalam pandangan Peterson dan Burnett, telah terjadi komunikasi vertikal downward communication dan upward communication. &lt;br /&gt;Realitas tersebut merupakan angin surga bagi kehidupan media massa di tanah air. Setidaknya, media massa pada orde ini dapat lebih memberdayakan dirinya sembari tetap mempertahankan empat fungsi pokoknya, yakni, memberikan informasi (to inform), menjadi media pendidikan (to educate), sarana hiburan bagi masyarakat (to entertain), dan kontrol sosial (social control). Keempat fungsi pokok tersebut harus dikayuh dalam bingkai-bingkai norma yang berlaku, baik norma hukum, norma agama, norma susila, maupun norma kesopanan.&lt;br /&gt;Berikut adalah daftar stasiun televisi di Indonesia.Daftar isi [sembunyikan]&lt;br /&gt;1 Televisi nasional &lt;br /&gt;1.1 Perkembangan stasiun televisi nasional di Indonesia&lt;br /&gt;2 Televisi khusus&lt;br /&gt;3 Televisi lokal&lt;br /&gt;4 Televisi berbayar&lt;br /&gt;5 Lihat pula&lt;br /&gt;6 Pranala luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi nasional&lt;br /&gt;1.Cakrawala Andalas Televisi (antv)&lt;br /&gt;2.Global TV&lt;br /&gt;3. Indosiar Visual Mandiri (Indosiar)&lt;br /&gt; 4. tvOne&lt;br /&gt;5. MetroTV&lt;br /&gt;6. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)&lt;br /&gt;7. Surya Citra Televisi (SCTV)&lt;br /&gt;8. Televisi Pendidikan Indonesia (TPI)&lt;br /&gt;9.Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)&lt;br /&gt;10.Trans 7&lt;br /&gt;11.Televisi Republik Indonesia (TVRI)&lt;br /&gt;12.Elshinta TV (ElshintaTV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan stasiun televisi nasional di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Televisi khusus&lt;br /&gt;-Televisi Edukasi (TV E)&lt;br /&gt;-Swara&lt;br /&gt;- QTV&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-5682257046018994721?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/5682257046018994721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/07/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/5682257046018994721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/5682257046018994721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/07/blog-post.html' title=''/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-3241312057429923432</id><published>2008-06-04T14:25:00.003+07:00</published><updated>2008-06-05T11:14:39.488+07:00</updated><title type='text'>Magazin Film</title><content type='html'>Kamera Film atau motion picture camera dipakai untuk memotret gambar satu persatu dengan kecepatan yang teratur. Pemotretan yang dimaksud mempunyai prosedural sama dengan cara yang dilakukan oleh kamera still foto. Perbedaannya adalah pada hasil di mana foto dilihat sebagai barang cetakan tapi dalam bentuk proyeksi ke layar.Pemotretan dengan kecepatan teratur diberdayakan untuk proyeksi. Misalnya gambar bergerk normal jika dipotret sebanyak 24 gambar per detik. Jika kurang atau lebih kecepatannya yang didapat adalah gerak tak normal.Gambar yang diputar berurutan menghasilkan ilusi akibat kerja kamera yang pada prinsipnya berhubungan dengan persistence of vision dan intermittent movement.Pilih menu berikut untuk mengerti bagaimana prinsip kerja kamera film:A. Prinsip KerjaB. Intermittent MovementC. Persistence of VisionA. Prinsip KerjaPrinsip kerja kamera film itu dibangun oleh mekanisme yang disebut intermittent movement. Sebelumnya perlu dijelaskan beberapa pengertian menyangkut bagian dari mekanisme agar lebih mudah mengetahui prinsip kerja kamera film.Berikut adalah penjelasan tentang tentang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shutter&lt;br /&gt;2. Claw&lt;br /&gt;3. Baterai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shutter Shutter kamera film berfungsi untuk menutup dan membuka lubang masuk cahaya ke film yang dihadapkan ke aperture atau camera gate.Karena fungsinya itu, shutter umumnya berbentuk busur berporos untuk melakukan rotasi. Karena itu disebut rotating disk dengan cut out 180 derajat.Pelaksanaan fungsi terjadi sewaktu berputar. Ketika membuka film dicahayai dan ketika menutup film berganti.Karena itu perlu dijelaskan fungsi komponen lain claw yang akan dijelaskan lebih lanjut.&lt;br /&gt;2. Pull Down ClawClaw atau pull down claw berfungsi untuk menarik film dari dan ke camera gate. Proses kerjanya unik karena bekerja ketika shutter menutup sehingga film yang sudah dicahayai dan fil baru tidak terkena sinar.Film yang mendapat giliran dicahayai ditekan oleh pasak pengerat lalu mengendur ketika shutter menutup kemudian dikait oleh claw.Cara kerja pull down claw adalah mengait frame film pada sprocketnya seperti cara burung pelatuk.&lt;br /&gt;3. BateraiSumber daya yang menggerakkan kamera film adalah listrik yang diubah menjadi arus searah. Fungsi itu diambil alih baterai karenalebih mudah membawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Intermittent Movement Pengertian Intermittent Movement dibangun oleh diantaranya seperti dijelaskan dalam prinsip kerja tadi, dan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Frame&lt;br /&gt;2. Perforasi/Sprocket&lt;br /&gt;3. Magazin&lt;br /&gt;4. Loop, serta&lt;br /&gt;5. Pilot pin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. FrameSifat intermittent movement berhubungan dengan framing yang dilakukan oleh aperture. Setiap kamera membuat frame sesuai ukurannya. Frame motion picture yang umum adalah 35 mm dan 16 mm. Untuk pemakainan khusus ada yang berukuran 8 mm dan 70 mm.&lt;br /&gt;2. Sprocket Sprocket atau perforasi adalah lubang-lubang di tepi frame yang berguna untuk sangkutan claw ketika bekerja menarik film.&lt;br /&gt;3. Magazin adalah tempat menyimpan film. Prinsipnya mengambil tugas darkroom. Film aman di dalamnya. Magazin memasok dan menyimpan film setelah dicahayai.&lt;br /&gt;4. LoopBila kita memasang film di proyektor, dianjurkan membuat loop agar tarikan film lentur. Nampaknya hal ini disebabkan ketika memasang film ke camera gate dengan cara yang sama. Jadi agar film lentur ditarik dari magazin maka looping mutlak berlakunya.&lt;br /&gt;5. Pilot PinPilot Pin atau registration pin adalah alat yang bertugas mengarahkan film yang akan dicahayai dengan bekerjasama dengan claw.Perlu diingat bahwa bila semua komponen yang disebut di atas dimiliki oleh semua jenis kamera, tapi untuk pilot pin hanya beberapa jenis saja yang menggunakannya. Pada dasarnya, tanpa pin, film akan bergerak menurut azas intermittent.Sayangnya bila ada kecerobohan ketika looping maka film tanpa pilot akan berputar terus sampai kusut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;C. Persitence of VisionAkhirnya pengertian terhadap persistence of vision dibangun oleh sifat motion picture atau bioskop. Maksudnya, seperti menonton film, adapun gambar yang sampai di mata adalah gambar yang sudah tergulung di rel karena sudah tinggal kesan akibat diilusikan oleh proyeksi.Fenomena ini terjadi karena cepatnya frame berganti (1/50 detik) mengakibatnya memori lama yang tersimpan diotak belum hilang muncul memori baru sudah menggantikannya, sehingga persambungan frame tidak lagi dapat dilihat mata.Rumus fisika sesungguhnya adalah "persistence of vision with regard no moving object" atau sering disebut ilusi.Tak heran bila sering disebut istilah "tipuan mata" atau trick dalam pembuatan film yang pada dasarnya menciptakan kesan sesungguhnya padahal sudah berlalu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;&lt;strong&gt;Label Film&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Di Indonesia saat ini tidak ada aturan baku mengenai pelabelan terhadap titel-titel hiburan seperti acara televisi, film atau permainan. Walaupun mungkin ada, tetapi saya tidak melihat aturan-aturan tersebut ditegakkan. Dulu, setiap film yang diputar di bioskop memiliki rating: semua umur, 13 tahun ke atas atau 17 tahun ke atas. Walaupun demikian saya tidak pernah melihat aturan-aturan tersebut diikuti oleh para penonton, masih banyak penonton di bawah usia yang memasuki ruang bioskop yang memutar film dewasa. Dan akhir-akhir ini saya juga tidak melihat adanya pelabelan tersebut pada film-film yang diputar di bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bukan orang tua, siapa lagi yang dapat mengawasi jenis hiburan yang dikonsumsi oleh anak-anaknya? Jika anda memiliki anak, cobalah beri pengertian terhadap jenis-jenis pelabelan supaya anak anda dapat mengetahui titel-titel mana saja yang pantas dikonsumsi olehnya. Berikut ini adalah jenis-jenis pelabelan media hiburan yang perlu anda semua perkenalkan kepada anak-anak anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa stasiun televisi saat ini menggunakan label pada acara-acara yang tidak pantas untuk dikonsumsi oleh anak-anak di bawah umur. Label ini biasanya diletakkan pada pojok kiri atas atau kanan atas layar televisi. Sayangnya pelabelan ini dilakukan secara sukarela oleh stasiun televisi dan tidak ada standardisasi antara stasiun televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BO (bimbingan orang tua). Temanilah anak-anak anda dalam menonton acara televisi yang memiliki label BO. Berilah anak-anak anda informasi secukupnya selama mereka menonton acara televisi tersebut. &lt;br /&gt;DW, 17 atau 17+ (khusus dewasa). Jangan izinkan anak-anak anda yang masih di bawah umur (di bawah 17 tahun) untuk menonton tayangan yang memiliki label tersebut. Gantilah saluran televisi jika anak-anak anda tetap ingin menonton televisi. &lt;br /&gt;Film Pada DVD, VCD, Laserdisc atau Kaset Video&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan DVD dan VCD film yang beredar di pasaran saat ini tidak diimpor secara legal, sehingga proses masuknya titel-titel itu pun tidak melalui Badan Sensor Film. Walaupun demikian, sebagian besar titel-titel bajakan tersebut memiliki sampul yang sama dengan titel aslinya yang menyertakan pelabelan dari MPAA. Pada DVD, label biasanya diletakkan di bagian bawah dari sampul belakang DVD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lima jenis pelabelan dari MPAA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G - General Audiences. Film ini dapat dinikmati oleh semua umur, termasuk anak anda. &lt;br /&gt;PG - Parental Guidance Suggested. Beberapa bagian tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak. Sebaiknya temani anak-anak anda selama menonton film ini. &lt;br /&gt;PG-13 - Parents Strongly Cautioned. Beberapa bagian tidak pantas dikonsumsi oleh anak-anak di bawah 13 tahun. Laranglah anak-anak anda yang di bawah 13 tahun untuk menonton film ini. &lt;br /&gt;Rated R - Restricted. Temanilah anak-anak anda yang di bawah 17 tahun selama menonton film dengan label ini. &lt;br /&gt;Rated NC-17. Laranglah anak-anak anda yang di bawah 17 tahun untuk menonton film dengan label ini. &lt;br /&gt;NR - Not Rated. Film ini belum sempat diberi label oleh MPAA. Carilah informasi mengenai label film ini dari situs web seperti IMDB sebelum mengizinkan anak anda menonton film ini. Jika tidak ada atau belum ada label, sebaiknya anda coba dahulu menonton tayangan ini sendiri tanpa anak anda atau hindari anak-anak anda menonton film ini. &lt;br /&gt;Film Bioskop&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sudah melalui penyensoran oleh Badan Sensor Film, tayangan-tayangan film di bioskop seringkali tidak menyertakan label. Untuk itu sebaiknya carilah dahulu informasi mengenai film ini di IMDB. IMDB memiliki informasi dari berbagai negara, dan terkadang pelabelan dari setiap negara berbeda-beda. Pilihlah pelabelan dari negara-negara yang memiliki kultur yang mirip dengan Indonesia, misalnya Singapura atau Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Video Games&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang paling parah menurut saya adalah video game. Orang tua sepertinya masih berangggapan bahwa video game adalah jenis hiburan khusus anak-anak. Padahal sangat banyak titel-titel video game yang diperuntukkan untuk kalangan dewasa dan titel-titel ini sangat laku keras di kalangan anak-anak. Di Indonesia, titel-titel video game saat ini juga sama sekali tidak tersentuh oleh regulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua organisasi yang melakukan pelabelan pada video game, ESRB di Amerika Serikat dan PEGI di Uni Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelabelan oleh ESRB dilakukan pada sampul depan dan sampul belakang video game. Pada sampul depan dicantumkan label misalnya ‘Teen’ pada bagian kiri bawah atau kanan bawah. Sedangkan pada sampul belakang dicantumkan keterangan lebih lengkap dari pelabelan tersebut pada kiri bawah atau kanan bawah. Pelabelan dari ESRB adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eC (Early Childhood): Isi video game ini cocok untuk anak-anak dari 3 tahun sampai 10 tahun. &lt;br /&gt;E (Everyone): Isi video game cocok untuk anak-anak 6 tahun ke atas. &lt;br /&gt;T (Teen): Isi video game cocok untuk 13 tahun atau lebih. &lt;br /&gt;M (Mature): Isi video game cocok untuk 17 tahun atau lebih. &lt;br /&gt;AO (Adults Only): Isi video game hanya cocok untuk orang dewasa, tidak cocok untuk orang di bawah 18 tahun. &lt;br /&gt;RP (Rating Pending): Produk ini belum diberi label oleh ESRB. Biasanya label ini diletakkan pada situs web atau iklan mengenai sebuah produk game yang belum dirilis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-3241312057429923432?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/3241312057429923432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/06/magazin-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/3241312057429923432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/3241312057429923432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/06/magazin-film.html' title='Magazin Film'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-4560868259556541883</id><published>2008-06-04T10:11:00.001+07:00</published><updated>2008-06-04T10:16:12.841+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/SEYI3z85W2I/AAAAAAAAADY/Y8AqhqnUL3A/s1600-h/gdgnfs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/SEYI3z85W2I/AAAAAAAAADY/Y8AqhqnUL3A/s400/gdgnfs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207859774032010082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="font-family: lucida grande; color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;" src="file:///C:/DOCUME%7E1/SMKNEG%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;font-family:lucida grande;" &gt;Magazine adalah tempat untuk menyimpan film.Prinsipnya mengambil tugas darkroom.Film aman di dalamnya.Magazine memasok dan menyimpan film setelah di cahayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-4560868259556541883?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/4560868259556541883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/06/magazine-adalah-tempat-untuk-menyimpan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/4560868259556541883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/4560868259556541883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/06/magazine-adalah-tempat-untuk-menyimpan.html' title=''/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/SEYI3z85W2I/AAAAAAAAADY/Y8AqhqnUL3A/s72-c/gdgnfs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-7139959806222096889</id><published>2008-06-04T10:01:00.002+07:00</published><updated>2008-06-04T10:10:11.392+07:00</updated><title type='text'>Mengkoodinir dan Mengisi Stok Film</title><content type='html'>&lt;h3 style="color: rgb(51, 204, 0);" class="post-title"&gt; &lt;a href="http://muhibah1mm2.blogspot.com/2008/06/mengkoordinir-dan-mengisi-stok-film.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;p style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;ELEMEN KOMPETENSI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;KRITERIA UNJUK KERJA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;01 Mengisi dan memelihara batery selama pembuatan film&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.1. Dipastikan bahwa sumber tenaga cukup dan tersedia.&lt;br /&gt;1.2. Alat pengisi dipastikan sesuai dengan batery yang digunakan.&lt;br /&gt;1.3. Pengisian batery dengan aman menurut rekomendasi perusahaan.&lt;br /&gt;1.4. Batery yang sudah diisi dipelihara untuk memenuhi syarat pengambilan gambar.&lt;br /&gt;1.5. Pemberian label batery menurut setatusnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;02 Mengkoordinasikan stok film dan peralatan yang digunakan untuk pembuatan film&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2.1. Koordinasi dengan personil yang terkait.&lt;br /&gt;2.2. Kepastian jadwal pembuatan film dan rasiopersonil yang relevan.&lt;br /&gt;2.3. Pemilihan stok film yang benar dan peralata lain untuk meyakinkan bahwa stok ada dalam&lt;br /&gt;jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jadwal produksi.&lt;br /&gt;2.4. Kelengkapan stok yang diperlukan dan yakinkan adanya waktu pengambilan film.&lt;br /&gt;2.5. Kepastian stok film dan nomer golongan ‘batch’ cocok dengan persyaratan.&lt;br /&gt;2.6. Pencatatan dengan cermat pencampuran kelompok dan jumlah strip.&lt;br /&gt;2.7. Penyimpanan dan pengepakan stok film untuk&lt;br /&gt;menghindari kerusakan dan lindungi terhadap bahaya lingkungan.&lt;br /&gt;2.8. Labelisasi kaleng film dengan cermat. Page 2&lt;br /&gt;2.9. Pemantauan stok mengenai tanggal kedaluwarsanya.&lt;br /&gt;2.10. Dokumentasi catatan stok dengan cermat dan dapat dibaca.&lt;br /&gt;2.11. Pelengkapan lembar laporan kamera dengan cermat, terbaca dan sesuai dengan skedul.&lt;br /&gt;2.12. Dokumentasi dan pengelompokkan stok yang digunakan selama produksi.&lt;br /&gt;2.13. Pemantauan stok dan pemberitahuan pada personil yang relevan untuk meyakinkanbahwa&lt;br /&gt;stok masih tersedia cukup selama produksi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;03 Menyimpan magazin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dengan film&lt;br /&gt;3.1. Pemeriksaan magazin untuk menyakinkan bahwa magazin tahan terhadap sinar dan masih dapat dioperasikan sebelum disimpan.&lt;br /&gt;3.2. Pembersihan magazin film dan dipastikan magazin bersih sebelum disimpan.&lt;br /&gt;3.3. Dipastikan bahwa ruang/tas penyimpan tahan sinar dan bahwa pencampuran sisi film dapatdikenali di tas atau ruang anti cahaya.&lt;br /&gt;3.4. Identifikasi stok dan nomer kelompok film dengan benar sebelum diikat dan disimpan.&lt;br /&gt;3.5. Penggunaan tanda ujung selama pengambilan gambar untuk menghindari tindakan berakibat&lt;br /&gt;sia-sia.&lt;br /&gt;3.6. Perhatikan sumber, baca dan pahami buku panduan dan melakukan penjilidan bilamana&lt;br /&gt;perlu.&lt;br /&gt;3.7. Labelisasi magazin dengan mempertimbangkankerugian terhadap kondisi cuaca, bahaya&lt;br /&gt;lingkungan dan prosedur penanganan yang benar.&lt;br /&gt;3.8. Pengurutan sejumlah magazin untuk keperluan persyaratan pembuatan film.&lt;br /&gt;3.9. Perhatian terhadap masalah dan kerusakan dan dilakukan tindakan perbaikan yang sesuai.&lt;br /&gt;3.10. Pelengkapan dokumen dan dipastikan dokumen&lt;br /&gt;cermat dan dapat dibaca. Page 3&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;04 Memasang magazin pada kamera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4.1. Bersihkan kamera untuk memastikan kamera bebas debu, pasir dan benda asing lainnya dan periksa semua fungsi dapat dioperasikansebelum menampilkan film.&lt;br /&gt;4.2. Simpan magazin yang sudah dipasang padakamera yang diperlukan.&lt;br /&gt;4.3. Pemasangan kamera dengan memberi perhatianpada kerugian karena cuaca, bahaya lingkungandan prosedur penanganan untuk menghindari&lt;br /&gt;kerugian selama pengikatan.&lt;br /&gt;4.4. Koordinasi terus menerus dengan personil yang relevan dan pahami dan pastikan persyaratan&lt;br /&gt;film selama pembuatan film.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;05 Melepas film dari magazin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;5.1. Dipastikan ruang penyimpan/tas anti cahaya.&lt;br /&gt;5.2. Pemilihan jenis dan ukuran kaleng film untuk penyimpanan digudang dan transportasi film&lt;br /&gt;yang ditayangkan.&lt;br /&gt;5.3. Penyimpanan film dan labelisasi kaleng film, dengan memberi pertimbangan pada kerugian&lt;br /&gt;akibat cuaca, bahaya lingkungan dan prosedur penanganan yang benar untuk menghindari kerusakan selama pengoperasian.&lt;br /&gt;5.4. Penggunaan isolatip pada kaleng film dengan aman untuk melindungi dari cahaya.&lt;br /&gt;5.5. Pembersihan magazin film dan dipastikan magazin bersih sebelum disimpan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;06 Menyiapkan dan mengirim film sebelum proses&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;6.1. Koordinasi dengan personil terkait dan pastikan persyaratan alur waktu selama proses dan pengembalian film.&lt;br /&gt;6.2. Pencatatan kelompok film dan jumlah strip.&lt;br /&gt;6.3. Penggabungan dengan jelas dan cermat laporan dan dokumen khususnya laporan film gambar.&lt;br /&gt;6.4. Pengiriman film ke lab yang masih dalam batas tanggal untuk segera diproses.&lt;br /&gt;6.5. Pemberian instruksi pemrosesan dengan jelas pada lab untuk meyakinkan bahwa proses&lt;br /&gt;dilakukan menurut batas tanggal perusahaan.&lt;br /&gt;6.6. Kepastian dan pertimbangan kemampuan lab untuk memenuhi batas tanggal jadwal produksi.&lt;br /&gt;6.7. Informasi kepada personil yang relevan tentang harapan terhadap film yang diproses sesuai&lt;br /&gt;dengan urutan waktu.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;BATASAN VARIABEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;1. Lingkungan dimana multi kamera televisi digunakan meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.1. Pada lokasi - interior&lt;br /&gt;1.2. Pada lokasi - eksterior&lt;br /&gt;1.3. Pada siang hari&lt;br /&gt;1.4. Pada malam hari&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;2. Pengambilan gambar meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2.1. Penggunaan kamera tunggal&lt;br /&gt;2.2. Penggunaan kamera multi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;3. Jenis - jenis produksi meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3.1. Feature film&lt;br /&gt;3.2. Dokumentasi&lt;br /&gt;3.3. Film pendek&lt;br /&gt;3.4. Produksi beranimasi&lt;br /&gt;3.5. Iklan&lt;br /&gt;3.6. Peristiwa atau kemampuan yang difilmkan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 51);"&gt;4. Jenis-jenis film meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4.1. Warna&lt;br /&gt;4.2. Stok film&lt;br /&gt;4.3. Hitam putih&lt;br /&gt;4.4. Stok mundur&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;5. Persyaratan penyimpanan meliputi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;5.1. Ruang Gelap&lt;br /&gt;5.2. Tas Pengganti&lt;br /&gt;6. Dokumentasi meliputi:&lt;br /&gt;6.1. Permintaan stok&lt;br /&gt;6.2. Laporan stok&lt;br /&gt;6.3. Laporan Kesalahan&lt;br /&gt;6.4. Label kaleng film&lt;br /&gt;6.5.Label magazin film&lt;br /&gt;6.6. Instruksi proses lab&lt;br /&gt;6.7. Jadwal produksi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;6.8. Laporan klise gambar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;7. Laporan dapat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;7.1. Dibuat dengan komputer&lt;br /&gt;7.2. Ditulis tangan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;8. Pengetesan kamera meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;8.1. Pengecekan panjang tempat ukuran&lt;br /&gt;8.2. Jalur film dan akurasi pengikatan&lt;br /&gt;8.3. Pelurusan ikatan&lt;br /&gt;8.4. Perputaran lambat dan perputaran cepat&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;9. Personel yang terkait meliputi&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;9.1. Supervisor&lt;br /&gt;9.2. Kepala bagian&lt;br /&gt;9.3. Pengarah fotografi&lt;br /&gt;9.4. Sutradara&lt;br /&gt;9.5. Operator kamera Page 6&lt;br /&gt;9.6. Penarik fokus&lt;br /&gt;9.7. Pengarah teknik&lt;br /&gt;9.8. Staf teknik lain&lt;br /&gt;9.9. Staf spesialis lain&lt;br /&gt;9.10. Staf lab&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;PANDUAN PENILAIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Penilaian harus meliputi bukti pengetahuan utama dan keterampilan dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;bidang-bidang berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1.1. Jenis film dan karakternya – hitam dan putih/ warna, kepekaan cahaya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;misalnya kecepatan dan ruang gerak, persyaratan temperatur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1.2. Perbedaan format film dan kegunaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1.3. Prinsip penanganan film dan penyimpanannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1.4. Prosedur pengendalian stok, khususnya berkaitan dengan jenis-jenis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;barang yang mudah rusak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1.5. Efek cahaya pada film yang tidak ditayangkan dan yang ditayangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1.6. Ragam peralatan kamera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1.7. Kompatibilitas jenis film pada peralatan kamera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1.8. Pengertian prinsip fotografi secara luas seperti penayangan, hubungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;tonal, sumber cahaya, keseimbangan dan warna temperatur dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;kompensasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1.9. Pengertian proses pengoperasian lab secara luas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;1.10. Prinsip pengaturan waktu dan koordinasi fungsi pekerjaan pada skedul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;kerja yang ketat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;2. Konteks penilaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;2.1. Penilaian dapat terjadi pada pekerjaan, diluar pekerjaan atau campuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;keduanya. Tetapi, penilaian pada unit ini akan sangat efektif dilakukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;pada pekerjaan sebab adanya persyaratan lingkungan kerja yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;spesifik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;2.2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Penilaian diluar kerja harus dilakukan pada lingkungan kerja yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;mendekati tempat kerja yang disimulasikan mendekati tempat kerja. Page 7&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;2.3. Metode penilaian harus meliputi pengamatan kemampuan selama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;praktek demo. Pengamatan langsung memerlukan kejadian lebih dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;satu untuk menetapkan konsistensi kemampuan. Serangkaian metode&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;untuk mengakses penerapan pengetahuan pendukung utama harus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;menyokong dan mungkin meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;2.3.1. Contoh kerja atau kegiatan kerja yang disimulasikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;2.3.2. Pertanyaan lesan/wawancara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;2.3.3. Proyek/laporan/buku catatan kemajuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;2.3.4. Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;2.3.5. Bukti penilaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;3. Aspek penting penilaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;Karena persyaratan utama dalam koordinasi stok video adalah koordinasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;dokumen, penilaian seharusnya memberi perhatian pada produksi serangkaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;dokumen yang relevan yang meliputi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;3.1. Pemberian label kaleng film yang ditayangkan Stok rekaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;3.2. laporan klise gambar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;3.3. Catatan manajemen produksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;3.4. Catatan stok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;4. Kaitan dengan unit-unit lainnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;4.1 Keterkaitan unit kompetensi untuk penilaian akan bervariasi dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;project atau scenario tertentu. Unit ini penting untuk suatu range&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;pelayanan teknologi Informasi dan oleh karena ituu harus dinilai secara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;keseluruhan dengan unit technical/support.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;4.2 Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 255);"&gt;kebutuhan sektor tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-7139959806222096889?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/7139959806222096889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/06/mengkoodinir-dan-mengisi-stok-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/7139959806222096889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/7139959806222096889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/06/mengkoodinir-dan-mengisi-stok-film.html' title='Mengkoodinir dan Mengisi Stok Film'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-123850619060170534</id><published>2008-05-04T13:34:00.002+07:00</published><updated>2008-05-04T13:51:24.760+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;1. Menu yang terdapat pada kamera MD 10000 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;BASIC - Date/Time - OFF&lt;br /&gt;D/T&lt;br /&gt;DATE&lt;br /&gt;ADVANCE - BLANK SEARCH&lt;br /&gt;REC SPEED&lt;br /&gt;REC STDBY&lt;br /&gt;REC DATA&lt;br /&gt;REPEAT PLAY&lt;br /&gt;SETUP - 12 bit Audio -ST1&lt;br /&gt;ST2&lt;br /&gt;Audio Out - Stereo&lt;br /&gt;L&lt;br /&gt;R&lt;br /&gt;DISPLAY - ON&lt;br /&gt; OFF&lt;br /&gt;REMOT - OFF&lt;br /&gt;VCR&lt;br /&gt;VCR2&lt;br /&gt;LCD Set - Yes&lt;br /&gt;No&lt;br /&gt;LANGUAGE - English - China&lt;br /&gt;Jepang - Arab&lt;br /&gt;Iran - Español&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Cara membersihkan Head Kamera&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Sediakan kaset mini DV cleaner&lt;br /&gt;2. Nyalakan kamera yang hendak di clean&lt;br /&gt;3. Masukkan kaset kedalam tempat kaset&lt;br /&gt;4. Pilih mode VCR&lt;br /&gt;5. Jika kaset telah di rewind sebelumnya, langsung tekan Play.&lt;br /&gt;6.Tunggu hingga proses selesai.&lt;br /&gt;7. Jika telah selesai, keluarkan kaset, dan kamera siap untuk digunakan.&lt;br /&gt;8.  Besarnya zoom yang ada pada kamera MD 10000 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. 500x Digital Zoom dan 10x Optical Zoom&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Connector yang ada dikamera ini yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; - Port DV&lt;br /&gt; - Port S Video&lt;br /&gt; - Port Kabel Video&lt;br /&gt; - Port Audio - L&lt;br /&gt;- R&lt;br /&gt;- Port Speaker input&lt;br /&gt;- Port Speaker Output&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Cara memasukkan kaset kedalam kamera yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt; a. Nyalakan kamera&lt;br /&gt; b. Buka Tutup tempat kaset tunggu hingga tempat yang di dalam keluar&lt;br /&gt; c. Jika telah keluar, masukkan kaset yang berlubang dibagian bawah, atau anak panah mengarah kebawah. Lalu tekan kesamping. Jangan sekali kali menekannya kedalam, karena dapat menimbulkan karusakan.&lt;br /&gt; d. Tunggu hingga masuk kedalam&lt;br /&gt; e. Setelah masuk, tutup kembali tempat kaset tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-123850619060170534?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/123850619060170534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/05/1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/123850619060170534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/123850619060170534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/05/1.html' title=''/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-85672907732428548</id><published>2008-04-21T09:57:00.002+07:00</published><updated>2008-04-21T10:02:04.566+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/SAwDDn0GPSI/AAAAAAAAADI/5mCJR4YS0HY/s1600-h/kelas1woke.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191527831213325602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/SAwDDn0GPSI/AAAAAAAAADI/5mCJR4YS0HY/s400/kelas1woke.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Duh temen2q yg baek2 tapi lembo,Q cuMa Mw peseN&lt;/p&gt;&lt;p&gt;JadiKan M2 Kelas yg kompak&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan pernah ada permusuhan di antara kita OK !!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-85672907732428548?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/85672907732428548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/04/duh-temen2q-yg-baek2-tapi-lemboq-cuma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/85672907732428548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/85672907732428548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/04/duh-temen2q-yg-baek2-tapi-lemboq-cuma.html' title=''/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/SAwDDn0GPSI/AAAAAAAAADI/5mCJR4YS0HY/s72-c/kelas1woke.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-6535151938144839845</id><published>2008-04-21T09:40:00.002+07:00</published><updated>2008-04-21T09:52:34.342+07:00</updated><title type='text'>Buat apa Hidup</title><content type='html'>Sahabat, benarkah teman sejatiku...?&lt;br /&gt;Apakah kau selalu ada buatku....&lt;br /&gt;Terlalu bodoh aku ucapkan kata serperti itu..&lt;br /&gt;Awalnya ku berfikir...&lt;br /&gt;Sahabat itu hidupku,mereka adalah nyawaku&lt;br /&gt;Tapi kenyataannya...!!!!&lt;br /&gt;Mereka  tak seperti yg kukira&lt;br /&gt;Apa mungkin mereka malu punya sahabat kaya aku&lt;br /&gt;Apa mungkin mereka udah capek berteman sama aku&lt;br /&gt;Sahabat......&lt;br /&gt;Ku lelah tuk berharap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-6535151938144839845?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/6535151938144839845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/04/buat-apa-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/6535151938144839845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/6535151938144839845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/04/buat-apa-hidup.html' title='Buat apa Hidup'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-2830578147907434951</id><published>2008-04-16T14:52:00.001+07:00</published><updated>2008-04-16T14:52:43.224+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>UNTUK MU.....SAYANG....&lt;br /&gt;apa yang kmu ucapkn benar adanya&lt;br /&gt;tak slamanya kau kn ada di sampingku&lt;br /&gt;tak slamanya kau kn ada saat ku butuhkan&lt;br /&gt;dan tak slamanya ku dpat brmanja2 dg mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        sedikit banyak diriku dapt mulai memahami dirimu&lt;br /&gt;        walaupn begitu tiada kecewa ku rasakn&lt;br /&gt;        mencoba memahami dirimu&lt;br /&gt;        karna kita masih memilki hati dan pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak trlintas di benakku walau sedikitpun&lt;br /&gt;untuk melepaskan tali prsahabatan kita&lt;br /&gt;karna sebaris kata darimu selalu trngiang d telingaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        butuh sedetik untuk tertarik padamu&lt;br /&gt;        butuh semenit untuk menyukaimu&lt;br /&gt;        butuh sejam untuk tertarik padamu&lt;br /&gt;        butuh sehari untuk mencintaimu&lt;br /&gt;        tapi aku juga butuh waktu seumur hidup untuk menyayangimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;andai waktu bisa ku hentikan&lt;br /&gt;andai aku punya pilihan, sehingga bisa kembali&lt;br /&gt;pada saat me...........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-2830578147907434951?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/2830578147907434951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/04/untuk-mu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/2830578147907434951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/2830578147907434951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/04/untuk-mu.html' title=''/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-5392232285160786113</id><published>2008-04-11T09:14:00.003+07:00</published><updated>2008-04-11T09:23:50.127+07:00</updated><title type='text'>mey</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R_7LIrV_bLI/AAAAAAAAACk/ltDLyyby9hQ/s1600-h/iki.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R_7LIrV_bLI/AAAAAAAAACk/ltDLyyby9hQ/s400/iki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187807170711743666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R_7KcrV_bKI/AAAAAAAAACc/VDxWBNyU0Zc/s1600-h/bleach_intro.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R_7KcrV_bKI/AAAAAAAAACc/VDxWBNyU0Zc/s400/bleach_intro.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187806414797499554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R_7KMLV_bJI/AAAAAAAAACU/VTifJJpTtSs/s1600-h/GAZU.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R_7KMLV_bJI/AAAAAAAAACU/VTifJJpTtSs/s400/GAZU.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187806131329658002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-5392232285160786113?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/5392232285160786113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/04/mey.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/5392232285160786113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/5392232285160786113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/04/mey.html' title='mey'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R_7LIrV_bLI/AAAAAAAAACk/ltDLyyby9hQ/s72-c/iki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-7040834681840963265</id><published>2008-04-11T08:22:00.000+07:00</published><updated>2008-04-11T08:23:08.574+07:00</updated><title type='text'>CARA MEMBUAT SHOUTBOX</title><content type='html'>&lt;h2 class="date-header"&gt;&lt;div class="dateblock"&gt;&lt;div class="day"&gt;07&lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;/h2&gt; &lt;div class="post hentry"&gt; &lt;a name="7972931993673004100"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://trik-tips.blogspot.com/2007/12/cara-membuat-kotak-ngoceh-shout-box.html"&gt;Cara Membuat Kotak Ngoceh (Shout Box)&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;div class="post-body entry-content"&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kotak ngoceh&lt;/b&gt; atau istilah lainnya &lt;b&gt;shout box, Say Box, Tag Board, dan Chatter Box&lt;/b&gt; adalah suatu kotak yang berfungsi untuk mengirimkan pesan-pesan pendek, namun bisa juga berfungsi sebagai tempat ngobrol (chatting). Dengan shoutbox, kita juga bisa mempromosikan blog kita, misalnya nih, kita datangi blog orang yang menyediakan kotak ini kemudian kita kasih komentar atau cuma sekedar salam di shoutbox mereka, lalu yang punya blog akan melihat di shoutbox, biasanya meraka akan balas mengunjungi blog kita. Nha gitu ceritannya. Biasanya kotak ngoceh diselipkan kedalam halaman web/blog dengan bahasa java Script. Bagi kamu yang jago pemrograman java script mungkin bisa membuatnya sendiri dengan membuat kode-kode yang memusingkan kepala. Namun buat kamu yang nggak jago nggak usah kuatir karena sekarang ini banyak situs internet yang menyediakan layanan ini, salah satunya yaitu &lt;a href="http://www.shoutmix.com/" target="_blank"&gt;Shoutmix &lt;/a&gt; . Caranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Buka situs &lt;a href="http://www.shoutmix.com/" target="_blank"&gt;Shoutmix &lt;/a&gt;  Kamu harus mendaftar di situs tersebut, cara daftarnya gampang kok.&lt;br /&gt;2. Jika pendaftarannya berhasil kamu langsung disuruh milih type shoutbox yang disediakan, terserah kamu milih bentuknya yang gimana. Klik tombol &lt;b&gt;Continue&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;3. Setelah itu kamu akan mendapat ucapan "Terima Kasih" &lt;img src="http://kendhin.890m.com/smile/yahoo_bigsmile.gif" style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt;" id="new" /&gt;  lalu klik link &lt;b&gt;Go to My Control Panel Now&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;4. Disitu kamu bisa mensetting terlebih dahulu shoutbox kamu, misalnya Style &amp;amp; Color, Date &amp;amp; Time, dan lain-lain.&lt;br /&gt;5. Jika sudah selesai klik menu &lt;b&gt;Get Codes&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;6. Jika kamu pingin menaruh shoutbox di blog kamu pilih &lt;b&gt;"Place Shoutbox on Webpage"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;7. Atur lebar dan tinggi shoutbox di kolom &lt;b&gt;widht&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;hight&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;8. Kemudian Copy kode yang ada di dalam kotak &lt;b&gt;"generated Codes"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;9. Login ke blogger.com lalu pilih &lt;b&gt;Layout&lt;/b&gt; kemudian &lt;b&gt;Add Page Elements&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;11. Tambahkan element HTML/Javascript.&lt;br /&gt;12. Paste Kode yang telah kamu copy dari shoutbox.com tadi di kotak &lt;b&gt;"Content"&lt;/b&gt;  lalu simpan.&lt;br /&gt;13. Jadi deh.....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-7040834681840963265?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/7040834681840963265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/04/cara-membuat-shoutbox.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/7040834681840963265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/7040834681840963265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/04/cara-membuat-shoutbox.html' title='CARA MEMBUAT SHOUTBOX'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-1202788386628572031</id><published>2008-03-24T08:33:00.002+07:00</published><updated>2008-03-24T09:05:41.580+07:00</updated><title type='text'>Camera Angle</title><content type='html'>CA merupakan teknik pengambilan dari sudut pandang tertentu untuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mengekpose &lt;/span&gt;adegan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       1.Bird Eye View&lt;br /&gt;Adalah merekam gambar dari sudut atas obyek sehingga obyek terlihat dari bagian atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       2.Frog Eye Level&lt;br /&gt;Kebalikan dari High Angle/BEV yaitu mengambil gambar dari sudut bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       3.Eye Level/Profil Shot&lt;br /&gt;Adalah standar pengambilan gambardengan ketinggian relatif sedang artinya kamera memiliki ketinggian yang hampir sama dengan obyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       4.Artificial Shot&lt;br /&gt;Artificial Shot dimaksudkan untuk memperindah shot sehingga lebih bernuansa seni. AS biasanya digunakan untuk mengambil suasana alam terbuka. Pemberian aksen dedavran atau rumput di depan lensa mengesankan gambar terlihat dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       5.Back Light Shot&lt;br /&gt;Adalah pengambilan gambar yang dilakukan dengan posisi kamera berhadap secara frontal dengan sumber cahaya di depannya. Sehingga memungkinkan terekamnya&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Siluet Talent.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-1202788386628572031?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/1202788386628572031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/03/camera-angle.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/1202788386628572031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/1202788386628572031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/03/camera-angle.html' title='Camera Angle'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-4146476937149813837</id><published>2008-03-24T07:58:00.002+07:00</published><updated>2008-03-24T08:32:57.938+07:00</updated><title type='text'>Type of Shot</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt; ECU (Extrim Clouse Up)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Teknik pengambilan gambar dg framing lebih memusat pada objek/bagian tubuh yang mendukung informasi dalam alur cerita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;    CU (Close Up)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Adalah pengambilan gambar,dimana kamera berada dekat dengan subjek sehingga gambar yang dihasilkan memenuhi "FRAME".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;    MCU(Medium Clouse Up)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;MCU adalah pengambilan gambar dengan komposisi Framing subjek lebih jauh dari Clouse Up, tetapi lebih dekat dari Medium Shot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;    MS (Medium Shot)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;MS merupakan teknik merekam gambar kurang lebihsetengah bagian. Hal ini dimaksudkan untuk memperlihatkan detail subjek dan memberi ruang pandang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;    FS (Full Shot)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;FS memungkinkan pengambilan gambar dilakukan pada subjek secara utuh dari kepala hingga kaki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;    MLS (Medium Long Shot)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Framing kamera dengan mengikutsertakan setting sbg pendukung suasana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;     LS (Long Shot)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;LS merupakan shot dengan ukuran framing yang memiliki ruang pandang lebih lebar dari MLS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;     ELS (Ekstrin Long Shot)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Pengambilan gambar sehingga artis/subjek hampir tidak terlihat. Disini setting ruang sangat berperan, dimaksudkan  untuk mempertegas atau membantu imajinasi ruang cerita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-4146476937149813837?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/4146476937149813837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/03/type-of-shot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/4146476937149813837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/4146476937149813837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/03/type-of-shot.html' title='Type of Shot'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-2021303216628982292</id><published>2008-03-04T10:50:00.004+07:00</published><updated>2008-03-04T10:55:44.717+07:00</updated><title type='text'>sweetyQ</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R8zH1E3tkyI/AAAAAAAAABo/J33icCxoV7Y/s1600-h/Cloud_Strife--gallery-prf-1184190445.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R8zH1E3tkyI/AAAAAAAAABo/J33icCxoV7Y/s320/Cloud_Strife--gallery-prf-1184190445.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173729786596266786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R8zHp03tkxI/AAAAAAAAABg/7YlfjinIzHM/s1600-h/Tifa_Lockheart-winner.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R8zHp03tkxI/AAAAAAAAABg/7YlfjinIzHM/s320/Tifa_Lockheart-winner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173729593322738450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R8zHZ03tkwI/AAAAAAAAABY/A4slq53U6Qk/s1600-h/536943a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R8zHZ03tkwI/AAAAAAAAABY/A4slq53U6Qk/s320/536943a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173729318444831490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-2021303216628982292?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/2021303216628982292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/03/sweetyq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/2021303216628982292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/2021303216628982292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/03/sweetyq.html' title='sweetyQ'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R8zH1E3tkyI/AAAAAAAAABo/J33icCxoV7Y/s72-c/Cloud_Strife--gallery-prf-1184190445.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-3733795442986444446</id><published>2008-03-04T10:27:00.002+07:00</published><updated>2008-03-06T14:06:20.185+07:00</updated><title type='text'>jenis produksi</title><content type='html'>1.FILM DOKUMENTER&lt;br /&gt;Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan. Istilah "dokumenter" pertama digunakan dalam resensi film &lt;a class="new" title="Moana (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Moana&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Moana&lt;/a&gt; (1926) oleh &lt;a class="new" title="Robert Flaherty (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Robert_Flaherty&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Robert Flaherty&lt;/a&gt;, ditulis oleh "The Moviegoer", nama samaran &lt;a class="new" title="John Grierson (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=John_Grierson&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;John Grierson&lt;/a&gt;, di &lt;a class="new" title="New York Sun (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=New_York_Sun&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;New York Sun&lt;/a&gt; pada &lt;a title="8 Februari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/8_Februari"&gt;8 Februari&lt;/a&gt; &lt;a title="1926" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1926"&gt;1926&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Di Perancis istilah dokumenter digunakan untuk semua film non-fiksi, termasuk film mengenai perjalanan dan film pendidikan. Berdasarkan definisi ini, film-film pertama semua adalah film dokumenter. Mereka merekam hal sehari-hari, misalnya kereta api masuk ke stasiun. pada dasarnya, film dokumenter merepresentasikan kenyataan. Artinya film dokumenter berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan.2.KOMERSIAL(IKLAN)&lt;br /&gt;Pada iklan yang komersial, iklan tersebut berfungsi sebagai penarik perhatian khalayak yang mempengaruhi mereka untuk membeli produk tersebut. Hampir sama dengan iklan komersial, iklan non-komersial juga berfungsi untuk menarik perhatian khalayak supaya menggunakan atau melakukan apa yang ada dalam iklan tersebut.&lt;br /&gt;3.VIDEO MUSIK&lt;br /&gt;Video musik adalah sebuah &lt;a title="Film" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Film"&gt;film&lt;/a&gt; pendek atau &lt;a title="Video" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Video"&gt;video&lt;/a&gt; yang mengambil latar belakang &lt;a title="Musik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musik"&gt;musik&lt;/a&gt;, biasanya sebuah &lt;a title="Lagu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lagu"&gt;lagu&lt;/a&gt;. Umumnya, lagu yang dibuatkan video musik merupakan &lt;a title="Singel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singel"&gt;singel&lt;/a&gt; dan dibuat untuk tujuan &lt;a class="new" title="Komersial (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komersial&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;komersial&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;4.JENIS PRODUKSI TELEVISI&lt;br /&gt;a.MusikMusik adalah &lt;a title="Bunyi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bunyi"&gt;bunyi&lt;/a&gt; yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:&lt;br /&gt;Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya&lt;br /&gt;Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik&lt;br /&gt;Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.&lt;br /&gt;Musik menurut &lt;a title="Aristoteles" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles"&gt;Aristoteles&lt;/a&gt; mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.&lt;br /&gt;b.Drama&lt;br /&gt;Drama (&lt;a title="Yunani Kuno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yunani_Kuno"&gt;Yunani Kuno&lt;/a&gt; δρᾶμα) adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh &lt;a class="mw-redirect" title="Aktor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aktor"&gt;aktor&lt;/a&gt;. Kosakata ini berasal dari &lt;a title="Bahasa Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani"&gt;Bahasa Yunani&lt;/a&gt; yang berarti "aksi", "perbuatan".&lt;br /&gt;Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, &lt;a title="Film" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Film"&gt;film&lt;/a&gt;, dan atau &lt;a title="Televisi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi"&gt;televisi&lt;/a&gt;. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan &lt;a title="Musik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musik"&gt;musik&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" title="Tarian (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tarian&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;tarian&lt;/a&gt;, sebagaimana sebuah &lt;a title="Opera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Opera"&gt;opera&lt;/a&gt; (lihat &lt;a class="new" title="Melodrama (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Melodrama&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;melodrama&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;c.Variety ShowA variety show or variety entertainment is an entertainment made up of a variety of acts, especially musical performances and comedy skits, and normally introduced by a &lt;a title="Master of Ceremonies" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Master_of_Ceremonies"&gt;compère&lt;/a&gt; or &lt;a title="Presenter" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Presenter"&gt;host&lt;/a&gt;. The variety format made its way from stage to &lt;a title="Radio" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Radio"&gt;radio&lt;/a&gt; to &lt;a title="Television" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Television"&gt;television&lt;/a&gt;. Variety shows were a staple of English-language television from its early days into the 1970s, and lasted into the 1980s, but are now reduced to the level of the occasional &lt;a title="Television special" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Television_special"&gt;special&lt;/a&gt;. In several parts of the world, variety TV remains popular and widespread.&lt;br /&gt;d.Olahraga&lt;br /&gt;Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga rohani (misalkan &lt;a title="Catur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Catur"&gt;catur&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;5.PRODUKSI TELEVISI LANGSUNG,TUNDA,ATAU ULANG&lt;br /&gt;6.FILM PENDEK&lt;br /&gt;Film Pendek : Film yang pendek artinya memiliki waktu yang singkat&lt;br /&gt;7.PRODUKSI ANIMASIBagian yang memiliki tugas membuat, mngolah, dan memperbanyak animasi(gambar bergerak 2D/3D)8.FEATURE FILMRangkaian tayangan visual yang menggambarkan bagian dari naskah/cerita film9. PERISTIWA ATAU PENAMPILAN YANG DIFILMKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari www.google.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-3733795442986444446?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/3733795442986444446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/03/jenis-produksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/3733795442986444446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/3733795442986444446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/03/jenis-produksi.html' title='jenis produksi'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-6683607203436307505</id><published>2008-02-27T14:52:00.001+07:00</published><updated>2008-02-27T14:54:46.196+07:00</updated><title type='text'>samurai x</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R8UXLakOctI/AAAAAAAAAAw/_r-HpgDUB_w/s1600-h/samuraix6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171565231982146258" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R8UXLakOctI/AAAAAAAAAAw/_r-HpgDUB_w/s320/samuraix6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-6683607203436307505?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/6683607203436307505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/02/samurai-x.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/6683607203436307505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/6683607203436307505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/02/samurai-x.html' title='samurai x'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R8UXLakOctI/AAAAAAAAAAw/_r-HpgDUB_w/s72-c/samuraix6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-3629810180705526869</id><published>2008-02-22T10:24:00.000+07:00</published><updated>2008-02-22T10:26:22.447+07:00</updated><title type='text'>tugas battery kamera</title><content type='html'>&lt;p&gt; Anda mungkin mempunyai masalah dengan digital kamera, anda sering menggunakan untuk keperluan mengambil gambar,lamanya Battery hidup tergantung seberapa banyak modul dari kamera yang anda gunakan, ketika anda menghidupkan kamera tampilan icon akan muncul itu menandakan baterry sedang digunakan, sebagian besar kamera mempunyai peringatan ketika battery hampir habis, hal ini tidak menjadi masalah, anda dapat mengeluarkan battery, tetapi jika anda adalah seorang photografer sebaiknya kamera anda menggunakan batterry akaline dan membawa cadangann battery sebagai persiapan, Disisi lain anda mungkin ingin jenis battery yang memakai sistem isi ulang seperti gretan gas yang dapat anda isi ulang bila isinya habis, terlepas dari ini semua gunakanlah modul utility kamera digital seperlunya saja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Berikut ini beberapa tips untuk mengemat baterry kamera digital: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Buka menu pada kemera digital Anda dan ikuti langka-langka berikut.    Beri sedikit interfal waktu untuk me review gambar.hal ini di maksutkan    agar waktu tampil gambar ketika anda mengambil gambar tidak terlalu lama    ini juga dapat mengirit sumber batterry. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;    jangan mengapus gambar terlalu sering, mengapus gambar sangat membutuhkan    daya batterry. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;       Gunakan kamera zoom seperlunya, motor tenaga untuk zoom sangat    memerlukan tenaga battery sebagai penggerak &lt;/p&gt;&lt;p&gt;    Gunakan kamera flash(cahaya saat mengambil gambar) seperlunya saja    bila kondisi lingkungan memang gelap dan membutuhkan pencahayaan &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sumber yahoo.com           &lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R75ArakOcqI/AAAAAAAAAAU/ONRPf0-pzyc/s1600-h/cgr-s002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R75ArakOcqI/AAAAAAAAAAU/ONRPf0-pzyc/s320/cgr-s002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5169640536877724322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-3629810180705526869?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/3629810180705526869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/02/tugas-battery-kamera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/3629810180705526869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/3629810180705526869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/02/tugas-battery-kamera.html' title='tugas battery kamera'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R75ArakOcqI/AAAAAAAAAAU/ONRPf0-pzyc/s72-c/cgr-s002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1077742172295089744.post-7893548680346558589</id><published>2008-02-15T13:48:00.000+07:00</published><updated>2008-02-15T13:58:39.011+07:00</updated><title type='text'>membuat gambar</title><content type='html'>&lt;span class="fliesstext"&gt;Exemplarisch nun ein Bericht der aktuellen Fortbildung "Sicher - sicher - PC-workshop zu allen Sicherheits- und Jugendschutzfragen im Jugendzentrum "&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fliesstext_kursiv"&gt;Sicher – Sicher !!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fliesstext_kursiv"&gt;PC – Workshop zu allen Sicherheits- und Jugendschutzfragen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fliesstext_kursiv"&gt;im Jugendzentrum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fliesstext_kursiv"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fliesstext_kursiv"&gt;11.-12.10.2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fliesstext_kursiv"&gt;KSI Bad Honnef&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Man muß kein PC-Freak sein, um im Jugendzentrum die wesentlichen Fragen rund um den PC beantworten zu können. Allerdings sind einige Grundkenntnisse unabdingbar, wenn es um Sicherheit, Zuverlässigkeit sowie um die Jugendschutz geht.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Die Fortbildung richtet sich an Leitung und pädagogische MitarbeiterInnen und hat zum Ziel, in zwei Tagen ein notwendiges Maß an Kompetenz zu vermitteln, sowohl gegenüber den Kindern und Jugendlichen als Nutzern, wie auch gegenüber den vorhandenen Service-Mitarbeitern am PC&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="3" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Montag, 11.10.2004&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; Programm&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; Referent&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;9h45&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Anreise und Stehkaffee&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;10 h&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Begrüßung , Programmübersicht&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;10h15&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;“Schwester, Skalpell und Tupfer bitte ...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Wir schauen uns einmal an, wie ein PC von innen aussieht . Keine Angst mehr vor Mäusen und motherboards.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Mike Rauschke&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;12h30&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Mittagessen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Mittagspause&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;14h&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;“Operation gelungen, ...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;PC – Know-how Fortsetzung &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;16h&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Chefarztvisite&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Abschlußrunde des Tages, Zusammenfassung: was ich von PC-Hardware wissen muß unter dem Blickwinkel der Sicherheit und Funktionalität&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Dienstag, 12.10.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;9h45&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Anreise und Stehkaffee&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;10h&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Sicher, Sicher&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Sicherheit im PC-Alltag: Internet, Back-up,. Viren, Verschlüsselung, Firewall u.v.a.m.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Dr. Jörg Schiller&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Vortrag und Präsentation&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;12h30&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Mittagessen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Mittagspause&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;14&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;“Schon mal was von rotten.com gehört...?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Jugendschutz im Internet&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Gesetzliche Grundlagen, pädagogische Handlungsmöglichkeiten, software&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Uli Gilles&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;N.N:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;16h&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;Abschlußplenum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;&lt;a class="link" href="http://www.bsi-fuer-buerger.de/" target="_blank" title=""&gt;Jeder Teilnehmer erhält eine CD mit Infos und software zum Thema PC-Sicherheit des Bundesamtes für Sicherheit und Informationstechnik ( update-Möglichkeit)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="141"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="302"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="136"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="fliesstext"&gt;&lt;br /&gt;                                                          dikutip dari: www.rhein-sieg-krei-de/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R7U30KkOcpI/AAAAAAAAAAM/3ItPRRywtPE/s1600-h/magix_video_kamera_200x204.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R7U30KkOcpI/AAAAAAAAAAM/3ItPRRywtPE/s320/magix_video_kamera_200x204.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167097516806533778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1077742172295089744-7893548680346558589?l=leareza29.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leareza29.blogspot.com/feeds/7893548680346558589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/02/membuat-gambar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/7893548680346558589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1077742172295089744/posts/default/7893548680346558589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leareza29.blogspot.com/2008/02/membuat-gambar.html' title='membuat gambar'/><author><name>itz9i</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09537590460208554678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/StAG9BPu0RI/AAAAAAAAAII/bEnDcTvwpaE/S220/is9i.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ns1KsdYdyB4/R7U30KkOcpI/AAAAAAAAAAM/3ItPRRywtPE/s72-c/magix_video_kamera_200x204.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
